BANNER IKLAN

Kadis PUPR ‘No Comment’ Menyoal Jalan Pulau Tiga – Harum Sari

  • Bagikan

example banner

 293 total views,  1 views today

example banner

Saat ditemui Kadis PUPR asal Banda Aceh itu tampak gugup dan tegang menghadapi wartawan, hanya sedikit yang terlontar dari mulut sang Kadis PUPR, “Soal itu, saya no comment mohon jangan direkam dan foto,” katanya singkat.

Laporan | Zulherman

KUALASIMPANG (MA) – Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Edy Movizal; pilih No Comment (Tidak Berkomentar) menyoal proyek pembangunan jalan Pulau Tiga – Harum Sari, belum setahun dibangun sudah hancur.

Edy tampak gugup, saat dicerca pertanyaan oleh para wartawan yang tergabung di SoWAT, terkait pembangunan jalan Pulau Tiga – Harum sari kecamatan Tamiang Hulu tahun 2019.

Beberapa wartawan yang mendatangi kantor PUPR, Selasa, 20 April 2021. Meski sudah lama menunggu daftar tamu diruang tunggu kantor PUPR, tiba-tiba Edy menghilang dari ruang kerjanya.

Merasa penasaran rekan-rekan wartawan mencari tahu keberadaan sang Kadis. Ternyata para pekerja berita menemukan Edi Movizal di ruang kerja kabid Bina Marga.

Saat ditemui Kadis PUPR asal Banda Aceh itu tampak gugup dan tegang menghadapi wartawan, hanya sedikit yang terlontar dari mulut sang Kadis PUPR, “Soal itu, saya no comment mohon jangan direkam dan foto,” katanya singkat pada mediaaceh.co.id

Ditempat lain M. Asrizal, ST Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada kegiatan tersebut mengatakan, sesuai Perpres nomor 16 tahun 2018 hanya melakukan pembayaran menurut berita acara pemeriksaan pekerjaan yang telah ditandatangani oleh Pihak berkontak yaitu Konsultan Pengawas, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Aceh Tamiang, pelaksana pekerjaan PT. SIS.

“Kontraktor tetap akan terus memperbaiki pekerjaan sampai habis masa perawatan diakhir tahun 2021,” kata Asrizal.

Ditambahkan, terkait masalah tehnis pekerjaan dan kualitasnya merupakan tanggungjawab penuh konsultan pengawas. Pun begitu ketika ditanyakan nama perusahaan konsultannya, Asrizal enggan menjawab, sambil berdalih lupa dan untuk lebih detailnya dapat ditanyakan kepada PPK. (*)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *