
Sekolah yang mengikuti kegiatan pelantikan KKG tersebut diikuti oleh 25 Sekolah Dasar di Kecamatan Tanah Jambo Aye dan dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Pendamping Praktik (PP) dan Guru penggerak (GP) oleh Kadis P&K Aceh Utara Jamaluddin.
Jamaluddin, dalam sambutannya dihadapan peserta KKG mengatakan KKG merupakan kegiatan penting untuk kemajuan mutu pendidikan di Aceh Utara. Dan harus dilaksanakan secara kentinyu dan rutin, baik di KKG inti maupun di KKG mini yang dilaksanakan di sekolahnya masing-masing.
“Setiap guru kelas wajib mengikutinya, untuk melaksanakan kegiatan rutin ini dalam mempersiapkan RPP, melaksanakan proses pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran, analisis kurikulum, analisis KKM, pembahasan materi sulit, serta sistem pelaporan kemajuan pendidikan,” tegas Kadis.

Lanjutnya, Indikator keberhasilan dapat diukur melalui ketercapaian peningkatan mutu pelayanan Pembelajaran Aktif, Inovasi, Kreatif, dan Menyenangkan (PAIKEM).
PAIKEM, kata Jamal sarapan akrabnya sudah lama diterapkan dalam dunia pendidikan, “hari ini kita akan menggenjot sistem program PAIKEM demi mewujudkan pendidikan yang bermutu di Aceh Utara ini,”: harapnya Jamal.
Lanjutnya, terjadi peningkatan kompetensi pedagogik dan kompetensi manajerial guru profesional yang mempunyai tanggungjawab bagi mutu pendidikan di Aceh Utara. Maka pihak dinas Pendidikan dan Kebudayaan melakukan presentasi buku kerja bagi kepala sekolah, dan penandatanganan Pakta Integritas bagi kepala sekolah, dan juga akan di evaluasi di tahun pembelajaran 2022-2023.
Ia mengharapkan bagi sekolah-sekolah di Aceh Utara dapat meniru best practice dari sekolah unggul di luar kabupaten Aceh Utara.
Kadisdikbud Aceh Utara mengajak semua guru yang hadir di acara KKG tersebut untuk bersemangat dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan cara berkarya, berprestasi, berkreasi, dan berinovasi.
“Hari ini kita sudah melaksanakan tugas kita sebagai guru, melaksanakan tugas kita sebagai profesional kita sebagai guru yaitu melaksanakan kegiatan KKG. Ini merupakan sebuah langkah nyata dan tanggung jawab kita yang kita embani sebagai pendidik,” imbuhnya.
Pihaknya berharap dengan lahirnya KKG bisa melahirkan inovasi-inovasi baru, dalam pelaksanaan KKG nanti sehingga punya dampak positif terhadap pembelajaran disetiap satuan pendidikan di K3S Tanah Jambo Aye. “KKG ini merupakan Kelompok Kerja Guru, dan ini merupakan juga organisasi guru,” sebut Kadisdikbud.
Dengan lahirnya kembali KKG, pihaknya berharap semua bisa berperan aktif, “kami akan memantau, kami juga menginginkan semua guru-guru kami harus berperan aktif. Dan tidak boleh kegiatan KKG ini tidak dijalankan,” tegasnya.
Dia juga menyebutkan, guru sertifikasi itu harus di garda terdepan. “Kedepan kita berharap guru di Tanah Jambo Aye harus ambil bahagian bisa bergabung bersama-sama guru penggerak Aceh Utara. Ini semua untuk meningkatkan mutu pendidikan,” pintanya.
“KKG ini bukan barang baru, KKG ini sudah lama dilaksanakan, tapi ditahap ini kita revitalisasikan kearah yang lebih baik untuk penyempurnaannya, KKG ini masih relevan dengan kondisi sekarang maka dengan ada program-program prioritas dari pemerintah pusat dari Kemendikbud Restek, seperti guru penggerak, adanya sekolah penggerak, organisasi penggerak, dan pengawas penggerak, sepertinya kita semuanya harus bergerak,” sebutnya.
Pihaknya juga meminta kepada ketua gugus harus menciptakan program, dan lakukanlah tindakan-tindakan yang terukur visi dan misinya. “KKG ini salah satu langkah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Aceh Utara, perlu kerja keras kita semua, diantaranya kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan pengawas sekolah,” sebut lagi Jamal.
Ia menyebutkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara telah melakukan beberapa langkah konkret terkait dengan pendidikan mutu, ” salah satunya adalah kita membuka kembali KKG. Supaya terjawab permasalahan-permasalahan selama ini, menyangkut dengan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran, serta aktualisasi dalam dunia pendidikan,” sebut Kadisdikbud Aceh Utara.
“Harapan kita semua bagaimana kita ciptakan mutu pendidikan di Aceh Utara harus lebih baik, untuk menyesong Indonesia emas tahun 2045 nanti, esensi pendidikan kita membekali anak-anak kita harus mampu berkompeten hidup di dunia nyata dan bisa merubah lingkungannya, banyak program-program yang dirubah oleh Kemendikbud hari ini,” terang Jamal.
Insyaallah dengan adanya guru penggerak ini, pihaknya yakin Aceh Utara ini cepat bangkit, dan hari ini Kemendikbud juga menciptakan pembelajaran merdeka belajar berbasis kompetensi dalam dunia pendidikan di negera ini,” imbuhnya.
Tambahnya, dengan program yang diciptakan oleh negara di dunia pendidikan, para guru tidak ada istilah santai, “kita harus cepat bergerak untuk membuat perubahan yang lebih baik kepada anak-anak bangsa kita,” pintanya.
Pihaknya juga menekan kepada guru yang ada di Aceh Utara harus mampu mengoperasikan Ilmu Teknologi (IT) dan apalagi sekarang kita menghadapi revolusi industri 4.0 mungkin kedepannya revolusi industri 5.0 dengan cepatnya perubahan yang kita rasakan pada saat ini, itu perlu guru-guru yang profesional disetiap satuan pendidikan.
Kadisdikbud Aceh Utara menekankan para guru harus menguasai IT, karena itu menjadi dasar utama. Dan pihaknya juga menekan kepada guru sertifikasi harus memiliki laptop, didalam guru sertifikasi itu ada kompensasi pengembangan diri, pengembangan potensi diri, seperti untuk menjalankan KKG dananya 70 persen dari guru sertifikasi dan 30 persen dari kepala sekolah.
“Kita siap pantau, 3 kali guru sertifikasi tidak hadir dalam pelaksanaan KKG disetiap gugus, kita akan tunda pembayaran sertifikasinya dan guru sertifikasi yang mengabaikan tugas-tugas pokoknya, kita akan mutasi guru tersebut ke wilayah 3T dan itu tidak ada toleransi,” tegasnya Kadisdikbud Aceh Utara ini.
Kemudian, sambungnya, laporan KKG nya nanti disampaikan kepada pengawas dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara dalam bentuk video pendek, “kita melihat mana yang aktif dan mana yang tidak aktif, kamu berharap semua aktif,” terangnya.
Sekarang sudah masanya lahir guru-guru hebat di Aceh Utara yaitu guru penggerak, sambungnya,” kita Aceh Utara pencetak guru penggerak terbanyak di Aceh, alhamdulillah Bupati Aceh Utara H. Muhammad Thaib baru-baru ini mendapatkan penghargaan Serambi award 2022, karena ini kerja keras kita selama ini,” sebut Kadisdikbud Aceh Utara.
Ia menyebutkan Permendikbud nomor 40 tahun 2021, kalau sebelumnya Permendikbud nomor 16 tahun 2018 tentang kepala sekolah. Kepala sekolah adalah guru yang diberikan tugas tambahan untuk mengelola satuan pendidikan, di Permendikbud nomor 40 tahun 2021 ini, untuk menjadi kepala sekolah kedepannya tidak ada lagi ikut cakep, kedepan tidak adalagi capwas, karena pemerintah sudah menutup keran tersebut.
“Untuk menjadi kepala sekolah kedepan harus memiliki sertifikat pendidik dan sertifikat guru penggerak, berdasarkan Permendikbud nomor 40 tahun 2021,” pungkasnya.
Sementara itu Ketua K3S Tanah Jambo Aye Hj. Azizah,S.PdI mengucapkan terimakasih sedalam-dalamnya kepada Kadis P&K Aceh Utara dan rombongan yang telah hadir untuk melakukan pelantikan dan pembukaan KKG Tanah Jambo Aye.
Ia juga berharap kepada peserta KKG yang ada disetiap gugus dibawah K3S Tanah Jambo Aye agar betul-betul aktif dalam menjalankan program pemerintah khususnya didalam dunia pendidikan.
“Hari ini kita sebagai guru, mari kita nampakkan profesionalisme kita sebagai guru untuk meningkatkan mutu pendidikan ini di Aceh Utara, dan cerdaskan anak bangsa,” pungkasnya.
Turut hadir di acara pembukaan KKG muspika kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabid dikdas Aceh Utara Irhamni,M.Pd, Korwasda Pendidikan Aceh Drs. Jufri,M.Pd, Pengawas Pembina Sekolah, Kepala Sekolah di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Guru, dan para tamu undangan lainnya.[]




