Ia menilai, insan pers saat ini menghadapi tantangan besar seiring perkembangan teknologi dan perubahan pola kerja jurnalistik.
Dikatakannya, kondisi pers di Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah tengah berada pada situasi yang tidak mudah. Ia menyoroti kecenderungan sebagian wartawan yang terlalu bergantung pada kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam memproduksi berita.
“Teknologi adalah alat bantu, tetapi roh berita tidak boleh hilang. Jika tidak diimbangi kreativitas, kepekaan, dan verifikasi lapangan, berita akan terasa datar dan kehilangan daya hidup,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa karya jurnalistik harus tetap bernyawa, lahir dari ide, keberanian berpikir, serta keberpihakan pada kebenaran.
Oleh sebab itu, katanya, konsistensi dalam berkarya menjadi kunci agar pers tetap dikenal, dipercaya, dan relevan di mata publik.
Dikesempatan itu, Ketua SMSI Gayo ini juga mengajak seluruh hadirin agar menyematkan doa, bagi mereka para korban bencana Hidrometeorologi banjir dan tanah longsor beberapa waktu lalu.
Sementara Kepala Dinas Kominfo Mustafa Kamal menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya peringatan HPN ke-80 di daerah tersebut.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf Bupati Aceh Tengah yang berhalangan hadir dalam kegiatan ini.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya















