“Kami menargetkan proses ereksi rangka baja dapat dilaksanakan pada November sehingga pembangunan Jembatan Pelang dapat selesai sesuai jadwal,” katanya.
Sementara itu, Jembatan Titi Merah dengan panjang sekitar 160 meter diproyeksikan menjadi salah satu ikon baru Aceh Tengah. Jembatan tersebut dibangun dengan dua abutmen dan dua pilar utama yang dirancang mampu mendukung kelancaran arus transportasi di kawasan tersebut.
“Jembatan Titi Merah ini kami harapkan menjadi ikon baru Aceh Tengah. Mobilisasi alat memang menjadi tantangan terbesar, namun kami optimistis pekerjaan dapat berjalan maksimal mulai awal Agustus dan selesai pada 31 Desember 2026 sesuai target,” ungkap Chandra.
Ia menambahkan, BPJN Aceh optimistis seluruh target pembangunan dapat tercapai berkat dukungan pengalaman PT Adhi Karya yang telah menangani berbagai proyek infrastruktur strategis di Aceh. Rampungnya proyek tersebut diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Aceh Tengah dan kawasan sekitarnya.(AR)




