Ia menjelaskan, ketiga jembatan tersebut dibangun melalui alokasi anggaran tahun 2026 dengan pelaksana pekerjaan PT Adhi Karya. Kontrak pekerjaan mulai efektif pada 2 Juli 2026, setelah sebelumnya BPJN Aceh menyelesaikan penanganan darurat di sejumlah titik terdampak bencana yang juga telah ditinjau langsung oleh Bupati Aceh Tengah.
Secara keseluruhan, proyek rehabilitasi dan rekonstruksi permanen di ruas Geumpang–Pameu–Genting Gerbang–Simpang Uning mencakup 22 paket pekerjaan dengan total anggaran sekitar Rp458 miliar, meliputi penanganan 19 titik longsor dan pembangunan tiga jembatan.
Meski demikian, pelaksanaan proyek masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Kendala tersebut antara lain terbatasnya pasokan bahan bakar minyak (BBM), sulitnya mobilisasi alat berat karena akses masih bergantung pada jembatan Bailey yang memiliki keterbatasan daya dukung, serta proses pembebasan lahan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BPN, camat, dan masyarakat. Data kepemilikan lahan sudah lengkap dan kami berharap proses pembayaran ganti rugi dapat diselesaikan pada Agustus ini,” jelasnya.
Untuk pembangunan Jembatan Pelang, pekerjaan saat ini difokuskan pada pembangunan abutmen. Struktur atas jembatan akan menggunakan rangka baja, dan seluruh komponennya telah berhasil didatangkan ke lokasi proyek.




