Jejak Award di Rantau Field

Feature | Syawaluddin

TAMPUR PALOH, begitu sebutannya. Adalah Gampong terpencil dan terisolir diujung Selatan wilayah pedalaman Kabupaten Aceh Timur, Aceh. Memulai babat episode baru dunia pendidikan.

Kita tak menemukan aliran listrik, apalagi jaringan Suter PLN, sama sekali tak pernah dinikmati oleh warga yang mendiami Gampong itu, kurang lebih 100 Kepala Keluarga.

BACA JUGA...  MAN 4 Aceh Utara Serah Terima Jabatan Kepala Madrsah

Kehidupan dan pendapatan mereka di sana bercocok tanam, berkebun dan menangkap ikan di sungai, sebab, Gampong Tampur Paloh berada tepat dibibir DAS terusan Lesten, Kabupaten Gayo Lues.

Topograpinya berbukit-bukit, sulit mencari lahan datar di Gampong itu untuk bercocok tanam. Begitupun Tampur punya struktur tanah yang subur dan gembur.

Dibalik topografi yang sulit, sebagai wadah bercocok tanam, tak menyurutkan warga Tampur untuk maju. Toh…hasil Gampong tersebut melimpah.

BACA JUGA...  AHY Menganugerahkan Award Kepada 35 Pendiri dan Fungsionaris Senior Partai Demokrat

Tetapi hasil itu tak tahu harus dibawa kemana. Kecuali itu, satu-satunya melalui jalur sungai menuju kota Kualasimpang, dengan jarak tempuh 4 jam saat menuju hilir dan 7,5 jam saat menuju kehulu.

Fragmatis memang, tapi itu harus dilalui penduduk Tampur dan Gampong tetangganya dengan sangat bahagia. Ratusan tahun, susana seperti mereka lalui, untuk menjual hasil bumi, sebagai penopang hidup.