example banner

oleh

Jangan Rong-Rong Pancasila

example banner

example banner

Laporan | Syawaluddin

BANDA ACEH (MA) – Menyikapi berbagai ketidak adilan yang sedang terjadi dinegeri ini, Imam FPI Aceh,  Tgk. Muslem At Tahiry mengajak para petinggi negara untuk tidak merong-rong Pancasila. Serta menginjak injak Pancasila apapun alasannya.

“Jangan cuma sok pancasilais tapi kami perhatikan mereka merorong nilai nilai pancasila. Kami ingatkan pancasila punya sila—keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia—bukan keadilan sosial untuk pejabat Indonesia,” tegas Muslem pada mediaaceh.co.id dalam rilis yang diterima redaksi.

Dikatakan bahwa; Habib Rizieq dan seluruh pendukung FPI serta Pecinta Habib Rizieq adalah bahagian dari rakyat indonesia yang selalu ta’at hukum.

Maka setiap rakyat berhak untuk mendapat keadilan dari penguasa negri,  setiap rakyat berhak diperlakukan dengan adil.

Merupakan hal yang wajar bagi rakyat  menyambut kepulangan Habib Rizieq dengan gegab gempita,  serta menghadiri maulid dan pernikahan anak HRS karena Habib Rizieq telah mempunyai jasa besar untuk negara dalam berbagai hal seperti menurunkan laskar FPI di setiap lokasi bencana dan mendidik anak bangsa dengan berbagai Ilmu.

“Ketahuilah wahai penguasa yang datang menyambut Habib Rizieq dan Juga menghadiri maulid akbar di petamburan adalah mereka dari berbagai daerah termasuk dari Aceh lebih kurang 1000 orang,” Jelasnya.

Terlebih; mereka semua terbang pakai pesawat, serta tetap mentaati prokes dan sudah Swab, tetap mereka menggunakan masker di lokasi acara dan mencuci tangan.

Pun begitu, Muslem mengakui, kendati prokes itu tidak berjalan optimal, tapi mereka semua orang yang sadar dan menjaga kesehatan dirinya dan lingkungan.

Apalagi memasuki lorong Rumah Habib Rizieq semunya di semprot, jadi salah besar bila dianggan HRS dan FPI merorong aturan.

“Saya sendiri termasuk hadir dalam perayaan maulid tersebut dan di perayaan yang diisi dengan zikir dan selawat serta do’a agar Indonesia dijauhkan dari berbabagi waba’ dan bala’,” katanya.

Masih Muslem, bahwa yang ditawar Habib Rizieq keadilan bukan kejahatan, banyak pelaku dhalimlah yang marah dengan tawaran keadilan,  hanya para penjajahlah yang tidak mau berlaku adil di Negeri ini.

“Kami atas nama bahagian dari rakyat Indonesia tak bisa menerima jika acara tersebut dianggap pemecemah belah persatuan dan bila acara yang merorong NKRI seperti yang kami simpulkan dari yang disikapi oleh pejabat tinggi negara,” Ucapnya.

Muslem mengaku sangat kecewa bila dengan acara Mulid dan acara penyambutan Habib Rizieq berimbas kepada pencopatan beberapa Kapolda serta pemanggilan Anis Baswedan karena alasan COVID.

Kalau perkumpulan dalam acara maulid berimbas kepada pencopatan Kapolda dan ditangani dengan sangat cepat kenapa perkumpulan di arena kampanye PIlKADA tidak ada penegakan hukum..?.

Dimana keadilan..?  Dikala ulama mnyuarakan untuk hentikan PILKADA, tidak digubris, kenapa perkumpulan untuk berdoa dan zikir sangat cepat ditanggapi ..? Dimana keadilan..?  Ribuan anggota PPS mati di Pilpres sampai hari ini belum terungkap dan tak ada pengusutan, dimana keadilan…?

“Kami tak paham apa yang sedang berlaku dinegri ini, kenapa para penyeru keadilan dianggab pengkhianat negara..? Kami rakyat kecil sangat merasakan ketidak adilan, atau memang keadilan sudah mati di negri ini..?,”

Muslem, atas nama ketua FPI Aceh mengajak rakyat Aceh untuk bersatu menegakkan keadilan dan melawan segala bentuk penjajahan karena segala bentuk penjajahan harus dihapus dari muka bumi, dan juga kami siap untuk bersama Habib Rizieq untuk revolusi akhlak bangsa yang telah melenceng dari kemanusiaan yang adil dan beradab. (*)

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..