Itjen Kementan Ajak Pemprov Aceh Awasi Pertanian 

Senin, 29 Agustus 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto. Irjen Kementerian Pertanian RI Dr Jan Maringka, S.H, M.H ngobrol dengan Pj Gubernur Aceh Mayjen (Purn) Achmad Marzuki.

Ket Foto. Irjen Kementerian Pertanian RI Dr Jan Maringka, S.H, M.H ngobrol dengan Pj Gubernur Aceh Mayjen (Purn) Achmad Marzuki.

BANDA ACEH, MEDIAACEH.CO.ID Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian (Itjen Kementan) mengajak jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh, untuk bersama mengawasi pertanian sebagai kebutuhan dasar masyarakat Indonesia dalam menghadapi terjadinya krisis pangan global.

Hal tersebut ditegaskan Irjen Kementan, Jan S Maringka saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengawasan Bidang Ketahanan Pangan Sinergi APIP dan APH di wilayah Banda Aceh, Provinsi Aceh.

“Kedaulatan pangan itu harus menjadi komitmen bersama. Dan untuk mencapainya kita tidak harus melalui gerakan besar, tapi dengan yang kecil juga bisa kita lakukan asalkan bersama-sama. Kita ajak semua pihak untuk menjaga pangan, mulai dari berbagai di perbatasan terluar Indonesia” ujar Jan, Senin, 29 Agustus 2022.

Menurut Jan, sektor pangan merupakan sektor yang sangat penting untuk membangun bangsa dan negara yang lebih maju dan berkembang. Pangan adalah hal yang sangat dasar dan menjadi bagian viral dari semua sendi ekonomi masyarakat sekaligus tolak ukur dari kesejahteraan rakyat.

BACA JUGA...  KPK: Sungguh Memilukan, Pj Wali Kota Banda Aceh Tidak Punya Program Benahi Ekonomi Rakyat

Untuk itu peran Aparat Penegak Hukum (APH) sangat diperlukan guna mewujudkan keberhasilan Pertemuan ini melibatkan Kepolisian Daerah, Kejaksaan Tinggi, Komando Daerah Militer, dan BPKP. Sinergi Kementerian Pertanian, BPKP dan APH melalui Program Jaga Pangan merupakan sebuah langkah, untuk mendukung komitmen Kementerian Pertanian membangun Ketahanan Pangan dalam rangka mewujudkan Kedaulatan Pangan dengan mengedepankan fungsi pencegahan dan Early Warning System.

“Itulah pentingnya koordinasi. Jaga Pangan adalah program pengawasan dalam rangka memberikan kontribusi kepada pertanian sehingga mencapai targetnya dan ini harus kita lakukan bersama. Semua perlu kolaborasi agar program pertanian bisa tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran. Mari Jaga Pangan, Jaga Masa Depan dari wilayah terluar Indonesia,” ucapnya.

Sejalan dengan hal itu, PJ Gubernur Aceh Mayjen (Purn) Achmad Marzuki mengatakan, pihaknya telah membuat program jangka panjang yang fokus pada sektor pertanian.

BACA JUGA...  Polda Aceh Gelar Buka Puasa Bersama TNI/Polri dan Forkopimda Aceh

“Saya sejak awal dilantik sebagai Gubernur juga sudah langsung fokus membuat program jangka panjang mengenai pangan. Dan masalah pangan yang dibenahi adalah hulu hilirnya. Alhamdulillah beras kita sudah surplus dan selama beberapa bulan terakhir kita tidak lagi menjadi penyumbang inflasi di Aceh,” kata PJ Gubernur.

Terkait dengan program prioritas guna mendukung ketahanan pangan di Provinsi Aceh, Kementerian Pertanian di Tahun Anggaran 2022 telah mengalokasikan bantuan dari unit kerja Eselon I, yaitu Direktorat Jenderal Tanaman Pangan total senilai Rp15.297.017.000,00, Direktorat Jenderal Hortikultura total senilai Rp5.380.000.000,00, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian total senilai Rp24.340.335.000,00; Direktorat Jenderal Perkebunan total senilai Rp14.496.917.000,00; dan Direktorat Jenderal Peternakan total senilai Rp3.445.900.000,00 (terkait PMK).

BACA JUGA...  Kunjungi Bener Meriah, Pj Bupati: BAPANAS RI Siap Fasilitasi Bebagai Kebutuhan Petani Ke Kementan RI

Disisi lain, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, Cut Huzaimah, mengatakan bahwa produksi pertanian di Aceh terus mengalami peningkatan. Bahkan saat ini pihaknya fokus menargetkan kebutuhan ekspor mengingat kebutuhan dalam negeri di daerah Aceh sudah tercukupi.

“Tapi selain itu kita juga terus mengembangkan produk pertanian lokal yang memiliki peluang nilai ekspor. Insyaallah kita ingin Aceh bisa swasembada memenuhi kebutuhan sendiri,” sebutnya.

Inspektur I Itjen Kementan, Suprodjo Wibowo menambahkan bahwa rapat koordinasi ini dilakukan untuk menguatkan dialog bersama antar stakeholders se-Provinsi Aceh dalam rangka konsolidasi dan bersinergi menjaga pangan nasional.

“Koordinasi ini melibatkan Gubernur, Aparat Penegak Hukum, Aparatur Pengawas Intern Pemerintah, dan Pejabat Instansi lingkup Pertanian Provinsi Aceh. Dimulai dengan Kota Sabang, kemudian dilanjutkan ke Ibukota Provinsi Banda Aceh untuk berkoordinasi dengan stakeholders lingkup Provinsi Aceh,” katanya. (Jalaluddin Zky).

Berita Terkait

Tarmizi Kumpulkan Pihak Perusahaan 
Pemprov Aceh Terima Catatan DPRA untuk Evaluasi APBA 2025
Ayah Wa Hapus Denda PBB 100 Persen
Kurdi Jadi Sekda Aceh Barat 
Ismik Salam: Pascabencana Belum 100 Persen Selesai, Mengapa IUP Tambang Berjalan Mulus?
Taufik Jadi Plt Sekda Aceh
Ayah Wa Ajak Masyarakat Aceh Utara Semarakkan Maulidur Rasul 12 Rabiul Awal 1448 H
Amzi JMY Pimpin TDA Jakarta Selatan 9.0

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Tarmizi Kumpulkan Pihak Perusahaan 

Kamis, 27 Agustus 2026 - 02:43 WIB

Pemprov Aceh Terima Catatan DPRA untuk Evaluasi APBA 2025

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Ayah Wa Hapus Denda PBB 100 Persen

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:45 WIB

Kurdi Jadi Sekda Aceh Barat 

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Ismik Salam: Pascabencana Belum 100 Persen Selesai, Mengapa IUP Tambang Berjalan Mulus?

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Jamah MTH Hadiri Milad Ke-13 dan Haul Ke-4 Alm Rizky Adiguna 

Kamis, 27 Agu 2026 - 21:50 WIB

PEMERINTAHAN

Tarmizi Kumpulkan Pihak Perusahaan 

Kamis, 27 Agu 2026 - 21:42 WIB

Pembangunan Masjid Babul Khairat di Kampung Suka Damai, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah.

RAGAM BERITA

Masjid : Butuh Uluran Tangan Dermawan

Kamis, 27 Agu 2026 - 19:45 WIB