KPK: Sungguh Memilukan, Pj Wali Kota Banda Aceh Tidak Punya Program Benahi Ekonomi Rakyat

Koordinator KPK Ikhwan Kartiawan.

BANDA ACEH, (MA) Hampir 3 Bulan menjabat sebagai Pejabat (Pj) Walikota Banda Aceh, selain kegiatan seremonial dan gunting pita serta kirim-kirim surat, Bakri Siddiq dinilai tidak punya program untuk benahi ekonomi rakyat.

“Sungguh lucu rasanya ketika seorang Pj Walikota yang ditunjuk mendagri itu hingga hampir 3 bulan bekerja tidak terlihat jelas apa kebijakan kongkretnya dalam membenahi ekonomi rakyat. Selama ini kita lihat hanya ada wacana ini itu, sementara aksi nyata juga masih nihil adanya, sungguh memilukan,” ungkap Koordinator Kaukus Peduli Kota (KPK) Ikhwan Kartiawan, Senin (26/09/2022).

Selama Bakri Siddiq memimpin perputaran uang di masyarakat sangat kecil dikarenakan program pembangunan ditahan-tahan dan tidak berjalan. “Pj Walikota Banda Aceh ini sepertinya terlalu tinggi angan-angan, akhirnya semua program terutama yang berkaitan dengan perekonomian masyarakat tidak jalan. Jangankan inovasi, yang sudah ada dalam RPJM saja tak jalan,”katanya.

BACA JUGA...  Pemerintah Aceh Promosikan UMKM dan Pariwisata di Bali

Ironisnya lagi, kata Ikhwan, ketika Mendagri sudah berulang kali menegaskan kepada Pj Kepala Daerah agar bergerak cepat dalam penanganan inflasi. Kota Banda Aceh dibawah kepemimpinan Bakri Siddiq malah justru merasa bangga dengan angka inflasi pada bulan Agustus sebesar 4,91 %, padahal itu merupakan inflasi tertinggi di Aceh.

“Termasuk tim inflasi tak keliatan bekerja oleh masyarakat jadi kenaikan harga yang terjadi seperti pembiaran begitu saja. Sampai saat ini kita belum lihat langkah kongkretnya seperti apa, justru sebagai ibukota provinsi yang tidak memiliki lahan produktif pangan, Pj Walikota harus membangun kerjasama dengan daerah-daerah penghasil komoditas pangan, sehingga dengan ketersediaan stok barang maksimal, stabilitas harga bisa dilakukan dan inflasi bisa ditekan. Sayangnya hal itu juga tak dilakukan oleh Pj Walikota Bakri Siddiq,” jelasnya.

BACA JUGA...  Dividen Bersemi, Banda Aceh Mekar

Sementara itu, kata Ikhwan, selama ini Pj Walikota hanya menjual safari subuh untuk menunjukkan ke publik bahwa kepemimpinannya sangat luar biasa, padahal program safari shubuh itu tidak masuk dalam program mendagri.

“Ibadah yang dipamerkan selama ini itu soal ibadah pribadi, sementara ibadahnya sebagaimana disampaikan oleh para mubaligh dan da’i selama ini bahwa ibadahnya seorang pemimpin itu bagaimana menghadirkan kemaslahatan bagi ummat dan rakyatnya,”ungkap.

BACA JUGA...  IPPEMAS Gelar Mubes Ke-XV, Pj Wali Kota: Dukung Pemerintah Bangun Sabang 

Sebelum beliau datang ke Banda Aceh, kata Ikhwan, safari subuh berbagai jamaah memang sudah jalan, jadi bukan hal baru seperti shubuh keliling, jamaah ustadz Zul Arafah, jamaah BBC Tgk Fachruddin dan lain lain. Jadi, tak perlu seorang Pj Kepala Walikota menjadikan ibadah sebagai jualan pencitraan,” bebernya.

Lanjutnya, Pj Kepala Daerah lain juga melakukan ibadah berjamaah tapi bukan alat pencitraan, tapi yang dikedepankan untuk merebut hati rakyatnya adalah memperbanyak inovasi program kerakyatan. Untuk itu, hal yang penting itu lakukan kebijakan kongkret untuk kemaslahatan masyarakat, bukan jadikan agama untuk bungkusan pencitraan belaka,”tutupnya.(R).