“Jaga nama baik lembaga pendidikan dan institusi Polri. Keutamaan kepolisian adalah kemanusiaan, keteraturan sosial, dan peradaban,” katanya.
Kapolda Aceh juga menjelaskan bahwa peran polisi sebagai penjaga kehidupan diwujudkan melalui sikap profesional, cerdas, bermoral, dan modern dalam memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, polisi tidak boleh melakukan tindakan kontraproduktif seperti pemerasan, menerima suap, atau membekingi aktivitas ilegal.
Sebagai pembangun peradaban, polisi berperan menegakkan hukum dan keadilan secara beradab, mencegah konflik sosial, melindungi korban dan pencari keadilan, membangun budaya tertib, serta memberikan kepastian hukum dan edukasi kepada masyarakat.
“Polisi sebagai pejuang kemanusiaan bertujuan mengangkat harkat dan martabat manusia melalui pelayanan keamanan, keselamatan, hukum, administrasi, informasi, dan kemanusiaan yang dapat dipertanggungjawabkan secara moral, hukum, dan sosial,” ujar jenderal bintang dua itu.
Kepada para bintara remaja, Kapolda mengingatkan agar senantiasa menjaga moralitas, kejujuran, kebenaran, dan keadilan, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Ia juga mendorong para lulusan untuk terus berinovasi, kreatif, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.





