“Seluruh rangkaian kegiatan dikoordinir oleh Ketua, Sekretaris, dan Bendahara PD IPARI Aceh Selatan,” kata Ustadz Ali.
Dikatakan, di tengah kesibukan aksi bersih-bersih, suasana santai tetap terasa. Ada peserta yang begitu semangat membawa karung besar, tetapi ternyata isinya hanya daun kering satu genggam. Temannya pun langsung bercanda, “Karungnya semangat, isinya masih tahap perkenalan”.
“Menjaga lingkungan sebagai Bagian dari dakwah,” kata Ali.
Dalam kegiatan tersebut, para penyuluh agama mengingatkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari ajaran Islam. Kebersihan bukan hanya soal keindahan, tetapi juga bentuk tanggung jawab manusia dalam menjaga amanah Allah SWT. Lingkungan yang bersih akan menghadirkan kenyamanan, kesehatan, dan ketenteraman bagi masyarakat.
Konsep ekologi yang diusung IPARI menjadi pendekatan dakwah yang relevan dengan kondisi saat ini.
Menurutnya, da.kwah tidak hanya disampaikan melalui ceramah di mimbar, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Karena itu, penyuluh agama diharapkan mampu menjadi pelopor dalam mengajak masyarakat mencintai lingkungan.
Selain aksi bersih-bersih, peserta juga diberikan edukasi mengenai pentingnya memilah sampah organik dan nonorganik. Sampah yang dikelola dengan baik memiliki manfaat ekonomi dan dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Langkah sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya menjadi kebiasaan kecil yang memiliki dampak besar.




