“Kalau tenda dibersihkan agar terlihat baik, itu bukan solusi. Itu menutup kenyataan yang masih terjadi,” tegasnya.
Menurut IndexPolitica, akar persoalan terletak pada pengambilan keputusan yang terlalu bergantung pada laporan administratif tanpa verifikasi langsung. Kondisi ini berisiko membuat persoalan dianggap selesai secara formal, meski di lapangan belum tertangani.
“Tanpa melihat langsung, kebijakan bisa kehilangan pijakan. Ini bukan hanya soal data, tetapi soal keadilan bagi warga,” ujar Alip.
Untuk memulihkan kepercayaan publik, IndexPolitica mendorong langkah yang lebih terbuka dan bertanggung jawab.
“Satu-satunya cara memulihkan kepercayaan publik adalah Presiden kembali ke Aceh, menemui langsung pengungsi di tenda, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, serta memperbaiki kinerja penanganan pengungsi,” tegas Alip.
Ia menambahkan, Lebaran seharusnya menjadi momentum menghadirkan empati melalui tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan.
“Rekonsiliasi menuntut kehadiran dan pengakuan atas kenyataan. Tanpa itu, yang tersisa hanya luka,” pungkasnya.(R)




