Didi juga mengapresiasi kontribusi aktif dari tim Geopolymer and Green Technology Research Center (2GTechRC) Jurusan Teknik Sipil, yang telah melakukan serangkaian riset dan uji coba dalam pemanfaatan FABA sebagai material campuran untuk rabat beton dan stabilisasi tanah.
Lebih lanjut, Direktur PNL menjelaskan bahwa saat ini PNL melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) telah membina tujuh kelompok riset strategis, termasuk 2GTechRC, Diversifikasi Produk Teknologi Terapan (DEPOT-T), Research Group Renewable Energy, Electrova-RC, Artificial Intelligence and Data Science, Pusat Riset dan Inovasi Mesin, serta Research Group Bisnis dan Keuangan Islam Terapan.
“PNL memiliki visi menjadi politeknik unggul bertaraf global yang berkontribusi nyata terhadap pembangunan nasional dan daerah melalui riset terapan yang inovatif dan implementatif,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Senior Manager PT PLN Indonesia Power UBP Pangkalan Susu, I Nyoman Buda, ST, mengungkapkan pihaknya merasa bangga dapat turut serta dalam kerja sama penelitian tersebut. “Di luar negeri, FABA telah lama dimanfaatkan sebagai bahan baku konstruksi dan dikenal memiliki keunggulan, salah satunya dalam mencegah korosi pada beton,” kata Nyoman.




