“Selain mendorong upaya percepatan program PSR ini. Juga peningkatan taraf ekonomi petani sawit di Aceh Tamiang,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Perkebunan Distanbunnak Aceh Tamiang, Edward Fadli Yukti, melaporkan, sejak mulai dilaksanakan program PSR di Kabupaten Aceh Tamiang, tercatat hampir di atas delapan ribu hektar lahan masyarakat yang sudah mengikuti program tersebut.
“Sedangkan hingga tahun ini, untuk usulan PSR yang tercatat sudah mencapai 12 ribu hektare,” katanya.
Edward menyebut, banyak masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang yang mengaku telah terbantu melalui program PSR.
“Begitu juga dengan ekonomi mereka. Saat ini masyarakat sudah mulai merasakan peningkatannya meskipun belum secara signifikan,” katanya.
Kata Edward, program PSR juga tercatat saat ini telah meningkatkan produktivitas lahan milik pekebun rakyat.
Meskipun, kata dia, saat ini peremajaan kebun kelapa sawit masyarakat dalam pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Namun itu sudah menunjukkan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Untuk itu, melalui sosialisasi ini diharapkan nantinya dapat meningkatkan lagi semangat para koperasi yang ikut dalam program PSR di Aceh Tamiang ini.
Sehingga, kata dia, bisa memberikan dampak positif serta membantu masyarakat di kabupaten itu, khususnya di bidang perkebunan.





