Terutama itu; Datok Penghulu Sidodadi yang merupakan Pembina langsung Yayasan Al Hidayah beserta perangkat desa yang ada, terus mensupport serta dukungan kepada mereka, karena memang tujuannya untuk memperbaiki kondisi menjadi lebih baik.
“Atas semua ini, kita ingin memberikan kontribusi kepada negeri ini dengan hal yang baik dan positif. Meski dengan kekurangan dan keterbatasan. Karena kami juga bisa dikatakan masih muda, masih seumur jagung Pesantren ini. Perlu bimbingan dan arahan dari seluruh elemen yang ada.
Pramuka Bentuk Penangkal Faham Radikalisme
Sementara Wakil Ketua Bina Muda Kwarcab Pramuka Kabupaten Aceh Tamiang Edi Suwanto, S.Ag. mengatakan; untuk menangkal faham radikalisme harus dibarengi oleh rasa dan mengedepankan toleransi termasuk akhlak mulia kepada siapa pun.
“Karena begitulah yang diajarkan oleh Islam, atas ijin Allah dan Rasulnya. Begitu juga leluhur kita, bangsa inilah yang mengajarkan bagaimana kita berperilaku sebagai seorang manusia dengan baik Mungkin,” sebut Edi

Dia mencontohkan, seperti gerakan Pramuka dengan memperingati Hari Lahirnya Pancasila adalah salah satu cara untuk menangkal faham radikalisme, terutama Pramuka yang dibentuk di Al Hidayah. Meskipun dulunya ada, tetapi tidak bisa maksimal karena keterbatasan.




