Hebat…..Tujuh Mahasiswa STIKes Payung Negeri Ikuti Program PMM 

Peserta PMM STIKes Payung Negeri.

REDELONG (MA) Sebanyak 7 (tujuh) mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Payung Negeri Aceh Darussalam, Kabupaten Bener Meriah terpilih mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) angkatan ke-III tahun 2023.

Dari ke 7 mahasiswi tersebut, 6 (enam) di antaranya memilih di IKIP Budi Utomo Malang. Mereka adalah Erpina Sari, Mahliana Fitri, Desinta Rahayu, Miftaliana, Bina Hayati, dan Darmi Yulianti.

Sementara Anika Husnasari memilih program PMM ke Universitas Gorontalo.

Keberangkatan ke 7 mahasiswi itu turut dilepas oleh Plt Asisten Administrasi Umum Setdakab Bener Meriah, Samusi Purnawira Dade, Kamis, (10/8).

Salah satu mahasiswi tersebut, Bina Hayati mengatakan, ada beberapa pilihan tempat dalam brosur program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM). Namun dirinya lebih memilih ke IKIP Budi Utomo Malang karena tempat tersebut membuka kuota penerimaan paling banyak.

BACA JUGA...  Dua Mahasiswa UNADA Banda Aceh Ikuti Pembekalan Kader Rakyat Terlatih Kodam IM

“Ada sih beberapa pilihan tempat, tetapi sejak awal saya sudah mendaftar ke IKIP Budi Utomo Malang karena di sana kuota penerimaannya mencapai 600 orang, juga saya emang kepingin ke sana,” kata Bina Hayati, saat dikonfirmasi.

Bina Hayati mengaku bangga terpilih dalam program PMM tersebut. Dia juga akan menjaga kepercayaan pihak kampus dan orang tua yang telah mendukung dirinya mengikuti program itu.

“Saya sendiri bangga karena saya terpilih menjadi salah satu terbaik dari yang baik untuk mendapatkan kesempatan mengikuti program PMM ini,” ungkapnya.

Selain itu, dia mengaku dapat menimba ilmu di luar kampus yang akan semakin meningkatkan motivasinya dalam belajar.

BACA JUGA...  Pelantikan BEM Nusantara Aceh, Asraf: Mahasiswa Ibarat Emas

Dengan program PMM tersebut dia juga bisa mengetahui budaya luar, sekaligus memperkenalkan budaya Gayo, kerawang Gayo, serta kopi Gayo.

“Untuk itu kita juga mempersiapkan bekal yang akan kita promosikan di sana. Kami memohon do’a dan dukungan dari seluruh masyarakat Gayo,” pinta Bina.

Seperti diketahui, PMM merupakan salah satu program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbud Ristek). Program ini merupakan sebuah program mobilitas mahasiswa selama satu semester untuk mendapatkan pengalaman belajar di perguruan tinggi di Indonesia sekaligus memperkuat persatuan dalam keberagamaan.

Sementara itu, Plt Asisten III Setdakab Bener Meriah, Samusi Purnawira Dade mengatakan, dalam rangka mengikuti program ini, STIKes Payung Negeri Aceh Darussalam selalu mendorong para mahasiswa untuk berpartisipasi. Hasilnya untuk PMM angkatan ke-3 yang lulus sebanyak tujuh orang mewakili daerah Bener Meriah dan Aceh Tengah.

BACA JUGA...  Website LPSE Aceh Mendadak Aktif, Korlap KAPPRA: Ketahuan Mainkan Dana APBA ya?

“Para mahasiswa nantinya akan disebar ke beberapa daerah di Indonesia, baik itu di pulau Jawa maupun Sulawesi selama satu semester. Para mahasiswa peserta program PMM berasal dari program studi S1 kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Dia meminta mahasiswa yang ikut dalam program tersebut untuk selalu menjaga identitas daerah, yaitu Aceh secara umum dan Gayo secara khusus. “Program ini berkelanjutan dan akan dievaluasi setiap tahunnya oleh Kemendikbud,” tutupnya. (AR).