BANDA ACEH (MA) – Ultimatum dari kalangan mahasiswa Aceh membuat jajaran unit kerja Badan Pengadaan Barang/Jasa (BPBJ) ketar-ketir hingga keringat dingin.
Usai Mahasiswa Aceh melakukan seruan akan lakukan aksi demo, mendadak halaman Website Layanan Sistem Pengadaan Elektronik (LPSE) Aceh seketika aktif.
Koordinator Lapangan (Korlap) Kesatuan Aksi Pemuda Peduli Rakyat Aceh (KAPPRA) Nafis Rakan, pada media lewat siaran persnya, Rabu, (1/5) mengatakan ada dugaan permainan dan penyelewengan dana Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) oleh oknum BPBJ.
“Kami semakin curiga dengan tingkah para jajaran SKPA terutama BPBJ, usai ada kecaman dari kami dengan sigap mereka memperbaiki layanan website itu, ada apa? ketahuan bermain ya?,” ungkap Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh ini.
Nafis menjelaskan, aksi nanti merupakan bentuk kekesalan dan keresahan akan berjalanannya proses kinerjanya pemerintah Aceh, dan Ia menegaskan rusaknya layanan website tersebut merupakan hal yang fatal dan tidak bisa dimaafkan, sehingga sudah seharusnya Pj Gubernur Aceh Bustami Hamzah untuk ganti jajaran SKPA terutama BPBJ yang tidak becus bekerja.
Sebelumnya, sebutnya, tahun 2021 BPBJ dapat prestasi kinerja terburuk sepanjang sejarah, DPR Aceh pernah membentuk Panitia khusus (Pansus), di bidang mafia proyek itu, banyak temuan pada masa itu. “Kami kira hari ini BPBJ sudah sehat, ternyata udah kronis penyakitnya,” sebut Nafis.
Halaman : 1 2 Selanjutnya















