HAB Ke-79 di Aceh Selatan,  Dari Upacara Hingga Pemilihan Guru Teladan dan Olah Raga 

Kakankemenag Aceh Selatan Khairul Huda (tengah) berpoto bersama dengan KTU dan para Kasie Kankemenag, sesuai upacara di Halaman Tapaktuan, Jumat, (3/1).(poto/mediaadeh.co.id/istimewa).

Meski demikian, Negara memberi tempat terhormat bagi agama dan masyarakat Indonesia selama berabad-abad juga dikenal religius. Peran negara dalam menjaga religiusitas masyarakat, kebebasan beribadah, meningkatkan kualitas kehidupan intern dan antar umat beragama adalah tugas penting yang dijalankan Kementerian Agama.

Dalam beberapa dekade terakhir, muncul fenomena kesenjangan antara kehidupan umat dengan ajaran agama yang dianutnya. Setiap agama melarang korupsi, tapi praktik seperti itu masih saja terjadi. Semua agama melarang kekerasan, kebencian, dan kesewenang-wenangan, namun berbagai anomali masih dijumpai di berbagai ruang kehidupan.

BACA JUGA...  Verifikasi Proklim Kampung Iklim Subtropis Aceh Selatan 2025

Dalam hubungan ini, mendekatkan jarak psikologis dan jarak sosial antara pemeluk agama dan ajaran agama menjadi tolok ukur keberhasilan tugas Kementerian Agama yang amat substansial. Semakin dekat umat dengan ajaran agamanya, itulah bukti sukses tugas Kementerian Agama.

Dia juga menjelaskan tentang kondisi dunia yang saat sedang dihadapkan pada tantangan global berupa kerusakan alam yang berakibat pada perubahan iklim dan bencana ekologis serta melahirkan kemiskinan.

BACA JUGA...  Pers Nasional Terancam? KTP2JB Minta Pemerintah Tinjau Ulang Kesepakatan dengan AS

Ancaman kekurangan bahan makanan di depan mata harus direspons secara serius, termasuk oleh para agamawan. Sebagai negara dengan masyarakat yang religius, suara pemimpin dan tokoh agama sangat dinantikan.