example banner

oleh

Guru SDN 3 Gandapura Sukses Bangun Ekonomi Kreatif Untuk Siswa

-EKBIS-273 views

example banner

example banner

Bireuen (MA) – Seorang guru PNS SDN 3 Gandapura Bireuen Leni Nurjannah sukses bangun ekonomi kreatif untuk sejumlah siswa sekolah dan mahasiswa dengan berjualan lewat media sosial.

“Keuntungan rata-rata Rp.700.000/perminggu”. Kata Leni pada mediaaceh.co.id, Sabtu (31/10/2020).

Jualan online yang digelutinya itu sudah berlangsung sejak enam Tahun lalu sebelum dirinya lulus menjadi PNS Tahun 2018, awalnya dia hanya coba-coba membeli barang unik, barang-barang yang menarik di aplikasi jual beli online untuk keperluan pribadi nya.

Kemudian karena banyak yang menyukai barang yang dia gunakan, lalu orang-orang meminta jasanya untuk memesan barang tersebut. “Karena biasanya jika membeli barang online secara individu berat di ongkos kirim dan jumlah barang,’ ujar Leni.

Melihat adanya peluang, Leni punya ide untuk membangun jaringan pasar yang lebih luas, sudah ada puluhan siswa sekolah dan mahasiswa yang menjadi dropshiper (penampung barang yang kemudian menjualnya kembali).

Dikatakan Leni barang tersebut adalah aksesoris kekinian atau sejumlah alat-alat multifungsi seperti botol minuman, Softcase, kalung, gelang, kacamata, pulpen, alat-alat belajar, alat kosmetik, dan barang lainnya khususnya yang disukai oleh kaum perempuan.

Para dropshiper menjual barang dengan harga yang mereka tentukan, namun Leni mengedukasi mereka agar jangan melebihi harga di pasaran.

Leni menambahkan biasanya anak sekolah ketika sudah beli barang-barang suka tunjukin ke orangtuanya, tunjukin ke adik atau kakaknya dirumah. Setelah itu adik atau kakaknya ikutan suka, karena harga yang terjangkau akhirnya ikutan beli.

Leni membongkar kunci sukses nya dalam mencari barang online yang pontesial jika di pasarkan, “Kunci utama barang itu harus kekinian, menarik dan unik, kedua harus multifungsi, ketiga jual dengan harga terjangkau. Karena harga mahal tidak menjamin barang cepat habis,” tandasnya.

Sambungnya, mereka dropshiper menjual tanpa modal, modal mereka hanya menyebar foto barang ke media sosial, grup kelas, grup organisasi, dan grup pengajian.

Menghadapi masa pandemi Covid-19 permintaan barang-barang yang kita jual terus meningkat. Namun beberapa orang tua dari pelajar dropshiper tersebut seperti buruh, pedagang kantin sekolah, tukang becak kemampuan ekonomi nya menurun drastis. “Sedih melihat orang tua mereka yang menjadi pedagang di kantin sekolah, karena tatap muka di sekolah saat itu baru baru di mulai pertengahan September kemarin”. Ujar Leni dengan nada sedih.

Tetapi Allhamdulillah dengan kerja keras dan kegigihan mereka anak-anak itu ada yang sudah mampu membantu memperbaiki dan kembali membangkitkan ekonomi keluarganya.

“Beberapa siswa sudah mandiri gak minta jajan lagi sama orang tuanya, ada yang sudah beli Android sendiri, ada yang membayar SPP kuliah sendiri, ada yang sudah buka toko online sendiri, ada juga anak yang tabungan nya diberikan ke orang tua agar bisa dagang lagi di kantin sekolah,” pungkasnya.

Kesibukan Leni berjualan online tidak sekalipun mengabaikan tugasnya sebagai guru, karena ketekunannya dia dipercaya oleh kepala sekolah untuk menjadi wali kelas dan pembuat laporan-laporan penting disekolah.(MRZ).

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..