Gubernur Aceh Perkuat Struktur SKPA

Gubernur Aceh Muzakir Manaf saat melantik tiga Kepala SKPA di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur Aceh, Jumat (10/4/2026).
Gubernur Aceh Muzakir Manaf saat melantik tiga Kepala SKPA di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur Aceh, Jumat (10/4/2026). Foto: Ist

BANDA ACEH (MA) — Gubernur Aceh Muzakir Manaf melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap tiga Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dalam sebuah prosesi resmi di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Jumat (10/4/2026). Pelantikan ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Aceh dalam memperkuat tata kelola birokrasi dan meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Tiga pejabat yang dilantik masing-masing adalah T. Banta Nuzullah, S.Pd sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh (Eselon II.a), Muhammad Junaidi, SH, MH sebagai Kepala Sekretariat Majelis Adat Aceh (Eselon II.b), serta Gamal Abdul Nasir, S.STP, MM sebagai Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Aceh (Eselon II.b). Pengisian jabatan tersebut merupakan bagian dari penyegaran organisasi serta penguatan kinerja di lingkungan Pemerintah Aceh.

Dalam arahannya, Gubernur Aceh menegaskan bahwa jabatan yang diemban para pejabat bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan orientasi pada hasil yang nyata bagi masyarakat.

BACA JUGA...  Gubernur Aceh Hadiri Launching Peta NKRI 2017 di KM Nol Sabang

“Kerja yang baik dan bertanggung jawab. Segera selesaikan dan benahi hal-hal dalam pemerintahan,” tegas Mualem dalam sambutannya di hadapan para pejabat yang baru dilantik.

Gubernur juga menekankan pentingnya kecepatan kerja birokrasi dalam menjawab tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis. Ia meminta seluruh pejabat untuk mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, birokrasi yang lambat akan berdampak langsung pada terhambatnya pembangunan daerah. Oleh karena itu, setiap SKPA diminta untuk bekerja lebih efektif, terukur, dan berorientasi pada hasil.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Aceh juga menyinggung penerapan pola kerja empat hari dalam sepekan di lingkungan pemerintahan. Ia menilai kebijakan tersebut harus menjadi pemicu peningkatan produktivitas, bukan sebaliknya.

BACA JUGA...  Invasi Asing Terselubung Dimulai, Indonesia Butuh Pemimpin Seperti Prabowo

“Apalagi sekarang kerja di kantor empat hari seminggu, karena itu harus dipacu,” ujarnya menegaskan.

Selain soal kinerja, Gubernur Aceh turut memberikan penekanan pada aspek pengelolaan anggaran daerah. Ia meminta seluruh SKPA untuk memastikan penyerapan anggaran berjalan optimal melalui pelaksanaan program yang tepat sasaran dan memberi dampak langsung kepada masyarakat.

Belanja pemerintah, menurutnya, memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. Karena itu, setiap program harus direncanakan secara matang, dieksekusi tepat waktu, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan.

“Sebanyak mungkin habiskan anggaran, jalankan program agar anggaran tahun ini terserap semaksimal mungkin dan berdampak pada ekonomi masyarakat,” kata Mualem.

Lebih lanjut, Gubernur Aceh berharap para pejabat yang baru dilantik mampu menjalankan peran strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, sekaligus menjadi motor penggerak dalam mewujudkan pembangunan Aceh yang lebih maju dan berdaya saing.

BACA JUGA...  Iklan Sail Sabang 2017 Dari Pemko Sabang

Ia juga menekankan pentingnya loyalitas, inovasi, dan kerja kolaboratif dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan. Menurutnya, keberhasilan pemerintahan sangat ditentukan oleh soliditas dan komitmen aparatur di semua lini.

“Ini harapan kita semua supaya Aceh lebih baik dan maju. Selama empat tahun ke depan, bapak-bapaklah yang ikut berperan mengayomi Aceh,” pungkas Gubernur Aceh.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir, para Asisten Sekda Aceh, Staf Ahli Gubernur, seluruh Kepala SKPA, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh Malahayati. Kehadiran para pejabat tersebut mencerminkan dukungan penuh terhadap penguatan struktur birokrasi dalam rangka akselerasi pembangunan di lingkungan Pemerintah Aceh. (ADV)