oleh

Invasi Asing Terselubung Dimulai, Indonesia Butuh Pemimpin Seperti Prabowo

Jakarta (ADC) – Ketua Dewan Pembina Rumah Prabowo (RPS) Pusat,  Dr. (c) Nurcahaya Tandang, S.IP., SH.,M.Si menyatakan Indonesia butuh pemimpin yang berasal dari militer untuk menghadapi Trans-National Organized Crime dan Invasi Asing terselubung.

“Indonesia butuh pemimpin yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, bukan memecah belah dan mencerai beraikan bangsa,”  kata Dr. (c) Nurcahaya Tandang, S.IP., SH.,M.Si melalui rilis pers, Selasa, 9 Januari 2018.

Lanjutnya, kelompok dan sosok itu ada pada militer dan mantan militer dan yang siap adalah Prabowo. Untuk itu, ujarnya, Indonesia butuh Prabowo untuk menyelamatkan Indonesia yang saat ini seperti dalam kondisi tergadai dan seperti kapal karam ini.

“Saat ini cuma Pak Prabowo yang kita harapkan untuk tampil menyelamatkan NKRI dari rongrongan asing yang makin menjadi jadi,” katanya.

Seperti diketahui, Nurcahaya Tandang bukan nama baru dalam percaturan politik Indonesia. Perempuan pemberani dari timur ini tidak pernah gentar dihadang badai, banyak suka duka dalam perjuangan bersama Prabowo.Hal itu dialami sejak tahun 2014. Sebagai Ketua Dewan Pembina Rumah Prabowo (RPS) banyak hal yang diberikan berupa arahan, petunjuk terkait pertimbangan-pertimbangan strategis untuk memenangkan Prabowo di Pilpres 2019.

“Saya selalu diskusi banyak hal dengan Brigjen TNI (Purn) Priyo Handoko selaku Ketua Umum RPS dan Akhmad Bumi selaku ketua harian Tim Nasional Rumah Prabowo,” ujarnya.

Nurcahaya Tandang kelahiran Pare-Pare Sulawesi Selatan, 6 April 1964, tinggal di Tangerang Selatan, Banten. Mantan Ketua Umum DPN Srikandi Gerindra ini juga adalah Dosen di berbagai perguruan tinggi. Selain itu, Nurcahaya Tandang yang Alumni HMI menjadi Wakil Sekjen KAHMI Nasional 3 periode, menjadi Dewan Pakar ICMI pusat, Ketua Dewan Penasehat LEMPASNAS, Dosen di berbagi perguruan tinggi termasuk Dosen LEMHAMNAS dan berbagai jabatan dan pekerjaan lain.

Direktur Penggalangan Massa Koalisi Merah Putih Prabowo-Hatta tahun 2014 ini menyelesaikan pendidikan sekolah dasar, SLTP, SLTA di Pare-Pare, menyelesaikan S1 FISIP UNHAS dan S1 FH UMI Makasar, S2 Ilmu Politik UGM Yogyakarta, dan S3 Ilmu Politik UGM Yogyakarta.

Lebih jauh Nurcahaya menjelaskan, Indonesia membutuhkan pemimpin yang capable, acuntable, acceptable, credible, electable, energik, nasionalis, agamis, visioner, jujur, anti imperialisme, priamordialisme.

“Dan yang paling penting Indonesia masih butuh pemimpin yang berasal dari militer yang tegas, cerdas, nasionalis, jujur dan berani, berwibawa, orator, konseptor, motivator, memiliki jiwa entrepreneurship yang disegani lawan dan dihormati kawan,” sebutnya.

Intinya urainya, pemimpin yang menjadi miniatur wajah Indonesia di mata dunia Internasional, yang mampu membawa Indonesia bermartabat di mata asing dan sejajar dengan negara-negara lain di dunia, sehingga dalam setiap perundingan multi-lateral bisa tercipta mutual trust, mutual respect, mutual benefit, mutual understanding dan mutual-mutual lainnya. Bukannya selalu kalah dan mengalah dalam perundingan.

”Intinya Pemimpin Indonesia adalah pemimpin yang bukan boneka asing, pemimpin yang tidak menjadi sumber konflik, tapi pemimpin yang mengayomi semua elemen dan kelompok dan sosok itu ada pada militer dan mantan militer dan yang siap adalah Prabowo, Indonesia butuh Prabowo,” pungkasnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..