Gedung Paripurna DPR Aceh Terbakar di Tengah Memanasnya Isu Empat Pulau

Gedung Paripurna DPR Aceh Terbakar di Tengah Memanasnya Isu Empat Pulau.

Sebuah keputusan yang memicu amarah publik, gelombang unjuk rasa, dan pernyataan-pernyataan keras dari tokoh-tokoh Aceh.

Gedung Paripurna — simbol kehormatan rakyat Aceh — terbakar di saat kepercayaan publik terhadap wakil rakyat sedang mengering, seperti kayu lapuk menunggu percikan api.

“Ini bukan kebetulan. Bisa saja ini sinyal semesta, bahwa DPR Aceh harus bangun dari tidurnya. Empat pulau itu bukan perkara administrasi. Ini soal kedaulatan!” ujar seorang mahasiswa hukum yang ikut menyaksikan kejadian di halaman kantor DPRA.

BACA JUGA...  Hadi Surya: Patut Diduga Batas Daratan Bergeser, Maka Pulau Terlepas

Muncul pula kritik tajam atas sikap DPR Aceh yang dinilai terlambat, bahkan nyaris diam membisu di tengah gelombang keresahan rakyat.

Sejumlah LSM, mantan kombatan, dan aktivis menyebut peristiwa kebakaran ini sebagai “teguran simbolik”.

“Kalau wakil rakyat tidak sanggup menyuarakan marwah Aceh, maka biarkan rakyat bicara lewat cara mereka sendiri,” kata Abu Farhan, aktivis sipil dari Lamno.

BACA JUGA...  Lima Ruko di Tualang Baro Ludes Dilalap Sijago Merah, Enam Meninggal Terbakar

Dari rekaman yang beredar luas di media sosial, terlihat lidah api menjilat ornamen-ornamen dinding gedung yang selama ini dipenuhi retorika tanpa hasil.

Netizen dengan cepat merespons, sebagian menyebutnya sebagai “api amarah rakyat yang menuntut pengkhianatan dibakar terang-terangan”.