Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi. Namun sumber internal menyebutkan bahwa kemungkinan awal adalah korsleting listrik dari ruang panel.
Namun dugaan lain seperti sabotase atau aksi protes terencana juga mencuat, terutama karena momentum kebakaran ini bertepatan dengan puncaknya tekanan publik terhadap lembaga legislatif.
“Kami sedang melakukan penyelidikan menyeluruh. Semua kemungkinan terbuka,” ujar salah seorang perwira polisi yang enggan disebutkan namanya.
Gedung bisa dibangun kembali. Tapi kepercayaan rakyat tak bisa dibeli dengan cat dinding dan AC baru.
Yang dibutuhkan rakyat Aceh sekarang bukan hanya sidang paripurna, tapi sikap paripurna dari para wakilnya: tegas, berani, dan berpihak kepada tanah airnya sendiri.
“Jangan sampai gedung ini hangus sia-sia. Kalau perlu, bangunlah gedung baru dengan piagam sumpah untuk tidak tunduk pada Jakarta ketika marwah Aceh diinjak,” ujar Nurhasanah, jurnalis lokal yang turut meliput kejadian. [Umar Hakim].




