Ia menilai sekolah yang aman merupakan fondasi penting dalam membangun karakter sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Selain berdialog dengan para siswa, Fadlon juga berbincang dengan kepala sekolah dan guru mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan, mulai dari kebutuhan sarana dan prasarana hingga proses pembelajaran di era digital.
Masukan tersebut, kata dia, akan menjadi perhatian DPRK dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran sehingga kebijakan pembangunan pendidikan dapat disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.
Fadlon juga memberikan motivasi kepada para peserta didik baru agar menjadikan masa sekolah sebagai kesempatan untuk belajar, membangun persahabatan, menghormati guru, serta mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan positif.
Menurutnya, hubungan yang harmonis antarsiswa dan antara siswa dengan guru menjadi salah satu kunci terciptanya iklim belajar yang kondusif.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRK turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak (GAMAS) yang digalakkan pada hari pertama sekolah.
Ia menilai keterlibatan ayah dalam mengantar anak ke sekolah bukan sekadar aktivitas simbolis, melainkan memiliki makna penting dalam membangun kedekatan emosional sekaligus memperkuat pembentukan karakter anak sejak dini.




