Ekonomi RI Disorot Dunia, Model “Raksasa” Danantara Dianggap Berisiko

Minggu, 8 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Denny menjelaskan bahwa tidak seperti Temasek yang murni komersial dan berani melakukan likuidasi pada perusahaan yang tidak efisien, Danantara berisiko menjadi instrumen politik. “Ada risiko besar Danantara dipaksa melakukan intervensi atau investasi pada proyek strategis nasional yang secara finansial tidak layak. Ini akan menggerus nilai portofolio secara keseluruhan demi kepentingan jangka pendek,” tambahnya.

BACA JUGA...  Ketua DPRK Lhokseumawe Minta Perusahaan Nasional Patuh UUPA

Selain masalah mandat, Denny juga menyoroti risiko Conglomerate Discount. Dengan mengonsolidasikan portofolio lintas sektor yang sangat beragam—dari telekomunikasi hingga pertanian—di bawah satu payung birokrasi, Danantara terancam kehilangan kelincahan (agility). Tanpa desentralisasi keputusan yang tajam, nilai pasar holding ini dikhawatirkan akan lebih rendah dari total nilai anak perusahaannya.

Poin krusial lain yang ditekankan Denny adalah mengenai independensi dan risiko patronase politik. Menurutnya, garis komando Danantara yang bermuara langsung pada Presiden tanpa mekanisme firewall yang kuat dapat membuka ruang bagi intervensi politik dan penempatan personel yang tidak berbasis meritokrasi.

BACA JUGA...  Ketua TP- PKK: GPA Sebagai Momentum Kebaikan Peran Keluarga Dalam Pembangunan Kesehatan

“Yang paling berbahaya adalah munculnya Shadow Debt atau utang terselubung. Karena Danantara berada di luar struktur APBN konvensional, kapasitas penarikan utangnya yang masif di pasar internasional berisiko membebani negara. Jika terjadi gagal bayar, beban bailout akan langsung menghantam APBN. Inilah alasan utama mengapa lembaga seperti Fitch memberikan prospek negatif,” tegas Denny.

BACA JUGA...  Toke Dun Desak Pemerintah Segera Bangun Batu Pemecah Ombak di Pesisir Seunuddon

Berita Terkait

M. Najur dan Teuku Alamsyah Dilantik 
RSUD Yuliddin Away Kini Layani Pemasangan Ring Jantung
Ayah Wa: Mari Rawat Perdamaian Aceh dan Titipkan dalam Doa
Satu Dapur SPPG di Aceh Selatan Dihentikan
Tarmizi Hadiri Penetapan Rancangan KUA
Aceh Utara Bangkit: Pemkab Salurkan Rp11,2 Miliar Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
Klaim Lahan Militer Vs Warga Tangerang, Pengamat Kebijakan Publik: Jangan Ada yang Merasa Paling Merah Putih
Dari Jalan hingga Air Bersih, TMMD ke-129 Hadirkan Harapan Baru di Pedesaan

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:18 WIB

M. Najur dan Teuku Alamsyah Dilantik 

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:07 WIB

RSUD Yuliddin Away Kini Layani Pemasangan Ring Jantung

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Ayah Wa: Mari Rawat Perdamaian Aceh dan Titipkan dalam Doa

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Satu Dapur SPPG di Aceh Selatan Dihentikan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:06 WIB

Tarmizi Hadiri Penetapan Rancangan KUA

Berita Terbaru

Teuku Alamsyah sedang membubuhkan tanda tangan dalam berita acara setelah dilantik oleh Bupati Asel HMW di Tapaktuan, Jumat, (14/8/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

M. Najur dan Teuku Alamsyah Dilantik 

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:18 WIB

dr. Emil Fathoni specialis intervensi yang juga specialis jantung dan pembuluh darah sedang menangani langsung operasi kateterisasi jantung di RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan, Jumat, (14/8/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/ istimewa).

KESEHATAN

RSUD Yuliddin Away Kini Layani Pemasangan Ring Jantung

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:07 WIB

NEWS FEATURE

Enam Bulan Memulihkan Rantau Setelah Banjir

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:06 WIB