Denny mengingatkan agar pemerintah bercermin pada keberhasilan state capitalism di negara lain, di mana negara bertindak sebagai pemegang saham pasif yang menuntut keuntungan komersial, bukan sebagai operator yang terus melakukan intervensi. Ia khawatir jika tidak dibenahi, Danantara hanya akan menjadi alat sentralisasi kekuasaan ekonomi yang menyandera 60 persen PDB Indonesia dalam satu entitas yang minim checks and balances. (R)
Ekonomi RI Disorot Dunia, Model “Raksasa” Danantara Dianggap Berisiko




