oleh

Dukung Ruslan, Kombatan GAM Tak Percaya Lagi Darwis Jeunieb

Tgk Idris Thaleb alias Aparih Juli yang juga Wakil Panglima Daerah II, menyampaikan orasi politik sekaligus menyampaikan sikap kombatan GAM Wilayah Batee Ileik yang tidak mengakui lagi Tgk Darwis Djeunieb sebagai Ketua DPW KPA/PA Wilayah bate Iliek di Kantor DPW KPA/PA Kabupaten Bireuen, Selasa (5/4). Foto BNC.
Tgk Idris Thaleb alias Aparih Juli yang juga Wakil Panglima Daerah II, menyampaikan orasi politik sekaligus menyampaikan sikap kombatan GAM Wilayah Batee Ileik yang tidak mengakui lagi Tgk Darwis Djeunieb sebagai Ketua DPW KPA/PA Wilayah bate Iliek di Kantor DPW KPA/PA Kabupaten Bireuen, Selasa (5/4). Foto BNC.

Bireuen|AP- Dulu semasa konflik, Darwis Jeunieb begitu berwibawa. Namun pasca terlibat aktif mendukung Pemerintahan, kini anggotanya saja mulai tidak percaya, ada apa?

Kombatan GAM dalam Wilayah Batee Iliek, kembali mengelorakan keputusan strategisnya, dengan tetap mendukung H Khalili, SH sebagai Calon Bupati Bireuen sekaligus melakukan “kudeta terhadap Tgk Darwis Djeunieb dari tampuk kekuasaan DPW KPA/PA setempat.

Pernyataan sikap kombatan GAM itu, diucapkan Wakil Panglima KPA Daerah II Tgk Idris Thaleb alias Aparih Juli di Markas DPW KPA/PA Kabupaten Bireuen, Selasa (5/4), yang diyakini Show Of Force ke dua dilakukan di tempat yang sama dalam menyikapi perkembangan terkini menyangkut perseteruan politik menjelang Pilkada 2017.

Dalam beberapa pekan terakhir, Ketua KPA/PA Kabupaten Bireuen, Tgk Darwis Djeunieb bersikukuh akan mengusung Ruslan M Daud sebagai Calon Bupati Bireuen dalam Pilkada 2017, yang statemen Panglima Darwis ditentang para kombatan lainnya yang memilih Geuchiek H Khalili, SH untuk diusung PA sebagai Calon Bupati Bireuen periode mendatang. Bahkan, 26 dari 33 Pang Sagoe di empat daerah dalam Wilayah Batee Iliek sudah pernah menyampaikan pernyataan dukungan terhadap Geuchiek Khalili lewat show of force, di Kantor DPW/PA Kabupaten Bireuen, akhir Maret lalu.

Diperoleh keterangan jika, pernyataan sikap kembali menggelora di kabupaten yang masih dikendalikan Bupati Ruslan, menyusul pernyataan Mualem di salah satu harian ternama di Aceh yang menyebut sudah menetapkan Ruslan M Daud–Efendi sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Bireuen Periode 2017-2022.

Pemberitaan tersebut, tentu sangat menghentak jamaah dari faksi H Khalili, yang tetap eksis mendukung mantan Keuangan GAM Wilayah Batee Iliiek, tanpa tawar menawar lagi alias harga mati. Maka “libido” Bupati Ruslan memperpanjang kontrak kekuasaan untuk ke dua kalinya, seperti yang diucapkan Aparih, yang menilai menghargai sepeserpun kombatan GAM, serta ketidakpedulian terhadap janda dan anak syuhada Seperti yang dituturkan Aparih,

Aparih yang dipercayakan menyampaikan pernyataan sikap di hadapan Kombatan GAM, diantaranya hadir sejumlah eks Libya yang memadati markas DPW KPA/PA di kawasan Desa Meunasah Blang, menyinggung pernyataan sikap kali ini, di gemakan kembali, setelah dua kali ke Banda Aceh, untuk berharap jawaban Mualem untuk mengusung Geuchiek H Khalili, SH sebagai Calon Bupati Bireuen melalui kenderaan politik, Partai Aceh.

Dikatakan, hal lain yang mendasari pernyataan sikap kali ini, setelah pihaknya membaca di media, bahwa Mualem sudah menetapkan Ruslan M Daud-Efendi Efendi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bireuen periode mendatang. Aparih mengaku, pemberitaan itu, hanya propaganda yang disiasati Ruslan M Daud bersama Darwis Djeunieb, agar tercipta permusuhan sesama kombatan

Aparih juga menyitir seorang pemimpin yang menyatakan sikap, bukannya berjamaah, namun hanya mengandalka foto yang dipublikasi ke publik, untuk mengesankan jika sikap yang diambil melalui jamaah. “Keputusan bukan ditentukan lewat foto, dengan merangkai redaksi, bahwa dia di sahkan menjadi calon bupati, dan dia sebagai calon wakil bupati, saya seorang panglima,” sindir Aparih.

Aparih juga menyatakan salah satu pernyataan sikap paling srategis anggota KPA/PA Wilayah Batee Iliek yang sepakat mengkudeta Tgk Darwis Djeunieb untuk lengser dari singgasana panglima, seperti yang tertera dalam butir ke enam, yang maksudnya tidak mengakui lagi alias mosi tidak percaya terhadap yang bersangkutan sebagai pemimpin mereka.

Selanjutnya menyerahkan jabatan tersebut Ketua DPP KPA/PA, untuk kemudian menunjuk secepatnya pelaksana Ketua DPW KPA/PA Wilayah Batee Iliek. ?Mohon Kepada Mualem selakku pemimpin kami, dan juga orang tua kami, dalam masalah ini, harus menunjuk pemimpin kami dalam Wilayah Batee Iliek, secepat cepatnnya,? pinta Aparih, yang dalam kesempatan tersebut juga mengurai “dosa-dosa” Bupati Ruslan, baik menyangkut dugaan korupsi diberbagai dinas/instansi maupun pembangunan Pabrik Padi yang ditempatkan di lahan pribadi keluarga istrinya di Cot Geureundong.

Puincak dari Show Of Force episode ke dua itu, penyampaian tujuh butir pernyataan sikap anggota KPA/PA Wilayah Batee Iliek, yang didingungkan Aparih Juli, masing-masing:

1 Menolak dukungan terhadap Ruslan M Daud untuk dicalonkan partai aceh untuk periode 2017-2022

2 Menyatakan dukungan terhadap H Khalili. SH untuk diusung sebagai calon Bupati Bireuen melalui Partai Aceh,

3. Menyatakan kesiapan memenangkan H. Khalili SH sebagai Bupati Bireuen.

4. Menyatakan dukungan kepada Muzakkir Manaf (Mualem) sebagai Calon Gubernur Aceh Periode 2017-2022.

5. Menyatakan kesiapan memenangkan Muzakkir Manaf (Mualem) sebagai Gubernur Aceh Periode 2017-2022.

6. Menyatakan bahwa kami tidak lagi mengakui Darwis Djeunieb sebagai Ketua DPW PA/KPA Wilayah Batee Iliek.

7 Kami bersepakat untuk mengembalikan kekuasaan KPA/PA Kabupaten Bireuen kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KPA/PA. (Bongkarnews).

example banner

example banner

example banner

example banner

example banner

example banner

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..