Salah satu implementasi kerja sama ini, sebutnya adalah pelibatan mahasiswa dalam program Bedah Rumah (Klinik Rumah Swadaya) yang merupakan bagian dari layanan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Program ini berfokus pada renovasi dan pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya akan memperoleh pengalaman praktis, tetapi juga dapat berkontribusi langsung dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Menurut Dudi Mustofa, Aceh sebagai wilayah rawan gempa memerlukan inovasi desain rumah yang tidak hanya hemat biaya tetapi juga memenuhi standar keamanan bencana. “Kami berharap Universitas Abulyatama dapat membantu kami dalam merancang rumah yang efektif dari segi biaya dan struktur. Selain itu, desain ini juga harus sesuai dengan karakteristik wilayah Aceh yang rawan gempa,” jelas Dudi.
Dikatakannya, kerja sama ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah dalam mengatasi tantangan sosial dan infrastruktur. Dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, Universitas Abulyatama dan Balai P2P Sumatera 1 optimis dapat menghadirkan solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat Aceh.




