Hal tersebut merupakan dampak langsung dari bencana ekologis dan geometeorologi yang sebelumnya melanda wilayah tersebut.
Dampak Bencana dan Kondisi Infrastruktur
BEBERAPA waktu lalu, wilayah yang menjadi cakupan layanan RSUD Muda Sedia dilanda bencana besar yang berdampak pada 12 kecamatan dari total 210 kampung. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan luas, tidak hanya pada permukiman warga, tetapi juga fasilitas publik, termasuk rumah sakit.
RSUD Muda Sedia menjadi salah satu infrastruktur vital yang mengalami kerusakan cukup parah.
Sejumlah bangunan mengalami kerusakan struktural, sementara fasilitas penunjang pelayanan, termasuk unit IPAL, dilaporkan hancur dan tidak dapat difungsikan.
Kondisi tersebut memaksa manajemen rumah sakit untuk tetap menjalankan pelayanan dengan segala keterbatasan yang ada.
Upaya adaptasi dilakukan untuk memastikan layanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan, meskipun belum sepenuhnya didukung oleh infrastruktur yang ideal.
“IPAL kami terdampak cukup parah akibat bencana, sehingga belum dapat difungsikan seperti sebelumnya. Saat ini kami masih menunggu proses rehabilitasi dan pembangunan kembali dari pemerintah pusat,” jelas dr. Andika.
Ia menegaskan bahwa proses pembangunan kembali seluruh infrastruktur RSUD Muda Sedia, termasuk IPAL, berada di bawah kewenangan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dalam hal ini, pihak rumah sakit berperan sebagai penerima manfaat dari program tersebut.
“Kami hanya sebagai penerima manfaat. Seluruh proses perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan pembangunan dilakukan langsung oleh Kementerian Kesehatan. Kami berharap proses ini dapat segera terealisasi agar pelayanan dapat kembali optimal,” tambahnya.
Langkah Investigatif dan Antisipasi




