Diduga “Sengklek Gamet” Dengan Wanita Bersuami, Pawang Boet Dibabak Belur Massa

Jumat, 17 Januari 2020

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bireuen (MA) – Apes benar nasib seorang pawang boet di Jangka, Kabupaten Bireuen yang dibabak belur massa, karena diduga habis “Bersengklek Gamet” atau berbuat mesum dengan seorang perempuan yang sudah bersuami, dan sudah beranak tiga, di salah satu desa di Kecamatan itu, Rabu (15/1).

Keterangan yang dihimpun media ini menyebutkan, adanya dugaan jika salah seorang warga desa di Kecamatan Jangka, Saf bin N (37), baru saja berbuat mesum dengan seorang perempuan yang sudah bersuami, warga desa tetangganya, Sur bin B (37). Masyarakat di desa itu sudah lama mengetahui hubungan mereka yang menjalin cinta terlarang, dan semakin curiga saat Saf ke luar dari rumah perempuan itu, pada malam harinya, apalagi suaminya tidak berada di rumah karena sedang berjualan mie di Keude Jangka, yang biasa pulang ke rumahnya sebelum pukul 12.00 WIB.

Tak disangka – sangka entah dari mana datangnya, tiba tiba warga menyerbu dan menghajarnya Saf sampai babak beluar hingga tak berdaya di halaman rumah Sur. Beruntung ada yang melapor ke Polsek Jangka yang segara meluncur ke TKP. Tampaknya warga masih tidak puas terhadap laki-laki yang diketahui telah beristri dan memiliki dua orang anak, masih belum berhenti menghajarnya. Polisi terpaksa melepaskan sejumlah tembakan ke udara untuk membubarkan massa, sehingga setelah menguasai keadaan segera mengevakuasinya ke Kantor Satpol PP dan WH di Bireuen.

BACA JUGA...  Terkait OTT Gubernur Aceh, Panglima Yatim: Sarat Kepentingan Politik

Saat di Introgasi patugas WH, ke duanya tidak menampik sudah terjalin hubungan cinta gelap, dan mengakui pula jika perbuatan yang melanggar syariat Islam sudah dilakukan di berbagai tempat. Malah, Sur mengatakan pula jika suaminya sudah tidak kuat lagi melanyani dirinya di tempat tidur, sehingga terjadilah perselingkuhan tersebut. Malah, terungkap juga, jika Saf telah lama menyewakan rumah di Lhokseumewe atas nama Sur, yang diyakini di rumah sewaan itu menjadi tempat kencan ke duanya.

Dalam rapat penyelesaian kasus secara kekeluargaan di Kantor Satpol PP dan WH Kabupaten Bireuen, Kamis (16/1) petang yang dipimpin Kasi Penyidikan, HT Amirullah, Lc, MA, yang juga penyidik non penyidik PNS, ternyata Kasus “Naik ke Bulan” tidak berlanjut ke Mahkamah Syariah dan tidak berakhir dengan hukuman cambuk, karena disepakati dengan perdamaian dengan dibuatnya surat perjanjian oleh pelakunya.

BACA JUGA...  Tim Gabungan BNNK Langsa Temukan Ratusan Tanaman Ganja Di Alur

Dalam surat perjanjian yang dibacakan Ahmad Kelana berisi point-point sebegai berikut, Saf harus membayar uang dhyat (denda) sebesar Rp 20 juta kepada suami, Saf Berjanji tidak akan mengulangi perbuatan melanggar qanun syariat Islam no 6 tahun 2014 serta qanun no 9 tahun 2008 tentang adat dan peradilan adat gampong. Oleh keduanya, berjanji tidak jika mengulangi perbuatannya, jika mengulang perbuatannya, ke duanya bersedia diproses cambuk sesuai dengan qanun Syariat Islam.

Ke duanya dihukum adat gampong dengan membayar ketentuan yang berlaku uang sebesar Rp 5 Juta, yang keduanya berjanji tidak melakukan lagi hubungan dalam bentuk apapun, dan kepada Sur “dipersona non gratakan” alias harus meninggalkan desanya.

BACA JUGA...  Polres Bireuen Amankan Satu Pelaku dan 154 Kg Ganja

Adanya dugaan jika ada oknum yang “bermain” dalam kasus tersebtu, sehingga keduanya lolos dari hukuman cambuk. Betapa tidak, saat di Introgasi petugas, pasangan tersebut mengakui adanya perselingkuhan itu, tapi saat dalam rapat penyelesaian kasus, ternyata mereka menyangkal perbuatan saat di ramai-ramaikan masa, apalagi baru pukul 11.30 WIB yang dalam surat perjanjian dibuat pukul 10.00 WIB. Makanya, harus diselesaikan secara damai karena beralasan keduanya pun di tangkap bukan karena OTT, atau tertangkap tangan.

Kasatpol PP dan WH Kabupaten Bireuen, Jamaluddin, SP yang didampingi Kabid hukum dan perundangan, Lidyawati, SH, Kamis (16/1) membenarkan, jika pelanggar Syariat Islam telah diamankan di kantornya, Kamis (16/1) dini hari, atau sekitar pukul 02.00 WIB. Begitupun saat ditanya identitas lengkap pelaku, enggan disebutnya. Alasan masih belum diketahui identitasnya mengingat belum lagi diperiksa.

“Belum bisa ditanyakan identitasnya, ada bekas pukulan di bian kepalanya yang cukp parah, kemungkinan harus di bawa ke rumah sakit,” pungkas Lidyawati.(Maimun Mirdaz).

Berita Terkait

Polres Aceh Selatan Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi
Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 
Operasi Sarang Narkoba Sasar Jalur Tapaktuan–Subulussalam
Pamsimas Rp405 Juta Mangkrak, Warga Aceh Timur Minta Diusut
Tim Pengacara Desak Poltekpel Buka Fakta Kematian Rasya
KPK Usut Korupsi BPN
Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 
Penculikan Mahasiswa Terungkap, Polisi Amankan Senpi dan Pelaku

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Operasi Sarang Narkoba Sasar Jalur Tapaktuan–Subulussalam

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Pamsimas Rp405 Juta Mangkrak, Warga Aceh Timur Minta Diusut

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Tim Pengacara Desak Poltekpel Buka Fakta Kematian Rasya

Jumat, 18 September 2026 - 17:50 WIB

KPK Usut Korupsi BPN

Berita Terbaru

Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M. Si.

PEMERINTAHAN

Haili Yoga: MPP Citra Pelayanan Daerah

Jumat, 23 Okt 2026 - 11:51 WIB