Di Balik Tema “Bersatu untuk Bangkit”, Aceh Tengah Butuh Kerja Nyata Pascabencana

Ilustrasi

Sektor pertanian di Kemukiman Wihni Dusun Jamat dan kawasan lain yang terdampak parah membutuhkan perhatian serius. Apa yang layak ditanami pascabencana? Apakah komoditas lama masih relevan, atau perlu diversifikasi berbasis ketahanan pangan jangka panjang?

Di sinilah peran Dinas Pertanian dan instansi terkait diuji. Pendampingan teknis, bantuan bibit adaptif, hingga akses pasar harus dirancang secara terintegrasi. Petani tidak cukup diberi semangat; mereka membutuhkan roadmap yang jelas.

BACA JUGA...  Dihadapan Anggota DPRK, Pj Bupati Aceh Utara Sampaikan Ini

Di sisi lain, pemulihan ruhiyah masyarakat juga menjadi aspek penting. Pendekatan pelayanan berbasis masjid yang dimulai melalui Masjid Agung Ruhama’ Takengon patut diapresiasi. Namun pemulihan spiritual perlu diperluas hingga ke kampung-kampung terdampak.

Dinas Syariat Islam dan lembaga keagamaan dapat mengambil peran strategis melalui pengajian trauma healing, penguatan kapasitas imam kampung, serta ruang dialog keagamaan yang menenteramkan dan membangun harapan.

BACA JUGA...  Cek Zainal Minta Persiraja Kembali Raih Kegemilangan Tahun 1970-an

Kita juga belajar dari ketulusan para relawan lintas komunitas. Mereka datang tanpa pamrih dan bekerja tanpa sorot kamera. Bahkan hingga hari ini, personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat dan Kepolisian Negara Republik Indonesia tetap setia membersamai warga di wilayah Jamat.