“Pemimpin seperti ini tidak akan pernah jujur. Segala kebijakan mereka hanya bertujuan menutupi kerugian yang dikeluarkan saat kampanye. Ini bahaya besar bagi Kota Langsa,” tambahnya.
Peringatan Keras untuk Penyelenggara Pilkada.
Toke Seu’um juga mengkritik keras penyelenggara pemilu yang cenderung pasif menghadapi politik uang.
“Kalau penyelenggara pemilu, terutama Bawaslu, tidak serius menindak praktik ini, maka mereka sama saja menjadi bagian dari masalah. Jangan hanya diam, demokrasi kita sedang dibunuh di depan mata!” ujarnya tajam.
Ia meminta agar Bawaslu, Gakkumdu, dan lembaga keuangan seperti OJK segera mengambil langkah proaktif untuk mengidentifikasi dan menghentikan praktik money politik berbasis digital.
Suara Rakyat Bukan untuk Dijual.
Di akhir wawancara, Toke Seu’um menyerukan kepada masyarakat untuk tidak tergoda oleh iming-iming uang.
“Suara kalian menentukan masa depan Kota Langsa. Jangan jual suara hanya untuk kepentingan sesaat. Pilih pemimpin yang benar-benar peduli, bukan mereka yang memperdagangkan demokrasi,” pungkasnya.
Kota Langsa kini menghadapi ancaman nyata. Pilkada yang seharusnya menjadi ajang lahirnya pemimpin berkualitas justru dikotori oleh praktik politik uang.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya















