“Siapa pun yang dapat mengungkapkan praktik money politik dengan bukti kuat akan kami beri hadiah Rp10 juta per kasus. Pelapor juga akan mendapat perlindungan hukum dari empat pengacara yang telah kami siapkan. Ini bukan sekadar wacana, tapi langkah nyata melawan penghancuran demokrasi,” tegasnya.
LANGSA | mediaaceh.co.id – Praktik money politik kian brutal menjelang Pilkada serentak 2024 di Kota Langsa. Demokrasi yang seharusnya menjadi ajang memilih pemimpin terbaik, kini berubah menjadi pasar gelap di mana suara rakyat dijual murah.
Jika dulu politik uang mengandalkan “serangan fajar” langsung, kini modusnya berevolusi ke ranah digital melalui aplikasi dompet digital seperti DANA, OVO, dan LinkAja. Fenomena ini tak hanya mencoreng nilai demokrasi, tapi juga mengancam masa depan Kota Langsa.
“Pemimpin yang lahir dari politik uang hanya akan mengembalikan modal, bukan membangun rakyat. Kota ini akan mandek jika terus dipimpin oleh mereka yang membeli suara,” tegas mantan Wali Kota Langsa dua periode, Tgk. Usman Abdullah, SE alias Toke Seu’um, Kamis, 21 November 2024.
Tantangan Berani: Hadiah Rp10 Juta untuk Pelapor.
Dalam upaya membongkar praktik busuk ini, Toke Seu’um mengeluarkan tantangan tegas.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya















