Pj Bupati Cut Syazalisma, menyampaikan terima kasih atas kekompakan dan kerja keras serta semangat yang luar biasa tetap dipertahankan bahkan ditingkatkan selama PKA berlangsung, hingga masa mendatang.
“Namun juara bukanlah yang utama tetapi rasa persatuan dan kesatuan yang mampu kita bangun dalam Aceh Selatan menyatukan 3 etnik, di antaranya etnik Aceh, Aneuk Jamee dan etnik Kluet menjadi satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan yang patut kita banggakan hingga hari ini,” kata Cut’ Syazalisma.
Awal Bahagia
Setiap daerah memiliki anjungan pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 di areal Taman Sri Ratu Safiatuddin Banda Aceh. Bagi 23 kabupaten/kota, anjungan itu pun, sudah ada sejak penyelenggaraan PKA sebelumnya.
Kali ini, sebagian daerah hanya merenovasi dan memperbaiki, bagian-bagian yang rusak agar lebih indah dipandang mata. Tidak kurang, Aceh Selatan juga menghadirkan anjungan yang indah untuk dilihat dan menarik untuk dikunjungi.
Tidak dipungkiri, anjungan Aceh PKA ke-8 Aceh Selatan sepertinya memiliki magnit yang mampu menarik para pengunjung untuk mengunjunginya. Tidak pelak, sejak pembukaan PKA ke-8 pada Sabtu, (4/11), malam, ribuan pengunjung memadati areal anjungan.
Bahkan, petugas anjungan kewalahan melayani pengunjung yang akan masuk ke ruang utama yang menghadirkan pelaminan adat tiga suku yaitu Aceh, Aneuk Jamee dan Suku Kluet. Karena petugas belum membuka pintu dan belum memperbolehkan untuk masuk, pengunjung sudah mulai ramai di bawah Rumoh “panggung” (tungkatang-bahasa Kluet-red) Aceh Selatan tersebut.




