Dari Sampah Kelapa ke Aksi Iklim, SBA Raih PROPER Hijau 2025

General Manager PT Solusi Bangun Andalas, R. Adi Santosa menerima PROPER Hijau 2025 untuk PT Solusi Bangun Andalas dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (7/4/2026). Foto: (Humas PT SBA).

Sebelum program Sakeladera dijalankan, sampah kelapa di wilayah pesisir umumnya dibakar atau dibiarkan membusuk, yang berkontribusi terhadap emisi karbon hingga 34,8 ton CO₂ per bulan. Di sisi lain, peternak lokal harus menanggung biaya pakan tinggi yang mencapai Rp48 juta per bulan akibat ketergantungan pasokan dari luar daerah.

BACA JUGA...  Mahasiswa dan Masyarakat Desak BPN Segera Ukur HGU PT Satya Agung

Melalui inovasi Sakeladera, limbah kelapa diolah menjadi cocopeat yang dimanfaatkan sebagai campuran pakan ternak. Hasilnya, biaya pakan berhasil ditekan hingga 60 persen atau sekitar Rp28,2 juta per bulan. Produk tersebut juga telah lulus uji laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Industri terkait kandungan nutrisi seperti kalsium dan protein.

Program ini turut memberikan dampak ekonomi yang signifikan dengan rasio Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,5. Artinya, setiap Rp1 investasi menghasilkan manfaat sebesar Rp2,5 bagi masyarakat.
Muhammad Ikhsan, salah satu warga penerima manfaat, mengaku perubahan tersebut sangat dirasakan oleh masyarakat setempat.

BACA JUGA...  Selain Komitmen, BUPP Kunci Sukses KEK Arun

“Sekarang sampah kelapa tidak lagi dibuang percuma. Kami bisa mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat dan membantu menekan biaya pakan ternak,” ungkapnya.

Seiring berjalannya program, volume sampah kelapa yang sebelumnya mencapai 60 ton per bulan kini berhasil ditekan menjadi sekitar 20–24 ton per bulan.
Selain pemberdayaan masyarakat, capaian PROPER Hijau juga didukung inovasi di sektor operasional perusahaan.