SBA berhasil menurunkan emisi hingga 88.931 ton CO₂ ekuivalen sepanjang 2025 melalui penggunaan teknologi burner rendah emisi generasi kedua serta pemanfaatan bahan bakar alternatif dari limbah, seperti oli bekas, hingga 100 persen.
Langkah ini juga berkontribusi pada pengurangan penggunaan batu bara hingga 40 persen. Di sisi lain, perusahaan terus meningkatkan efisiensi energi melalui optimalisasi listrik, pengendalian emisi gas, serta inovasi lain seperti daur ulang karet bekas menjadi komponen filter udara dan pemanfaatan air buangan AC untuk kebutuhan domestik.
Keberhasilan Solusi Bangun Andalas menunjukkan bahwa transformasi limbah menjadi sumber ekonomi dapat berjalan seiring dengan upaya penurunan emisi dan efisiensi energi. Pendekatan ini tidak hanya menjawab tantangan lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.(R)




