oleh

Danrem 012/TU Menekan Untuk Mengntisipasi Karhutlah di Wilayah Jajarannya

Meulaboh (MA) – Danrem 012/TU Kolonel Inf Aswardi, S.E memberikan penekanan mengenai pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Arahan tersebut disampaikan Komandan Korem Teuku Umar via telepon kepada Penrem 012/TU, pada hari Rabu, 12 Februari 2020.

“Saat ini TNI AD mendapatkan tugas membantu Pencegahan Karhutla yang terjadi di beberapa wilayah Republik Indonesia, titik berat kita saat ini adalah menentang, agar tidak terjadi Karhutla. Untuk itu diperlukan Konsep Pencegahan yang baik dan benar. Berdasarkan statistik yang ada, penyebab kebakaran hutan dan lahan yang disebabkan oleh manusia diperkirakan hingga 99 persen, kata Danrem.

Maka itu tambah Danrem, untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang meluas dan berdampak besar, pihaknya menghimbau masyarakat untuk tidak membakar hutan, kebun dan lahan yang bukan haknya karena akan berdampak pada kerusakan bumi dan manusia itu sendiri.

Himbauan ini bukan tanpa alasan karena kawasan Aceh khususnya wilayah pantai Barat Selatan Aceh saat sedang dilanda musim kemarau yang sangat rentan timbulnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Saat ini wilayah kita sedang dilanda musim kemarau. Kondisi seperti ini sangat rentan akan timbulnya kebakaran lahan. Mari sama – sama kita antispasi dan cegah bersama – sama,” ajak Danrem.

Danrem 012/TU juga meminta jajarannya untuk memprioritaskan pencegahan. Hal itu dilakukan dengan meningkatkan kegiatan patroli terpadu untuk melihat potensi munculnya titik panas di sejumlah wilayah dalam area pemantauan, prioritaskan pencegahan melalui patroli terpadu, deteksi dini, sehingga kondisi harian di lapangan selalu terpantau.

Kemudian Danrem 012/TU menekankan kepada jajarannya, khususnya Babinsa, untuk melakukan sosialisasi dan patroli, berikan sentuhan hati dan pikiran untuk Stakeholder terkait atau masyarakat dalam membuka lahan.

Selanjutnya, Danrem 012/TU memerintahkan Dandim kepada jajarannya untuk segera tanggap apabila menemukan titik api kecil sebelum nantinya meluas dan membesar. Kepada jajaran terkait, ia mengingatkan agar tidak meremehkan adanya titik panas yang muncul di sejumlah wilayah.

“Penanganan kebakaran hutan dan lahan ini bukan hanya TNI/Polri saja tapi dilakukan secara bersama-sama antara TNI/Polri, pemerintah daerah dan bekerja sama dengan stakeholder yang ada. Untuk itu, selain fokus pada sosialisasi internal TNI, pihaknya akan menggandeng kepolisian untuk memberikan proses hukum kepada setiap pelaku pembakaran hutan dan lahan tersebut,” tandas Danrem 012/TU.(R).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..