Dampak Covid -19, Inilah Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah

Jumat, 20 Agustus 2021

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe.

Lhokseumawe (MA) – Mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran Covid-19, Bank Indonesia (BI) menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah secara periodik.

Direktur Eksekutif Informasi tentang Bank Indonesia Erwin dalam keterangan tertulisnya, Jum’at (20/8/2021) menjelaskan perkembangan nilai tukar rupiah pada tanggal 16 — 20 Agustus 2021, dan akhir hari Kamis, 19 Agustus 2021 rupiah ditutup pada level (bid) Rp14.400 per dolar AS.

Kemudian, Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun turun ke level 6,31 %. DXY[ I ] menguat ke level 93,57. Yield UST (US Treasury) Note[2] 10 tahun turun ke level 1,243%.

BACA JUGA...  Kepala BPKS Undang Seluruh Kechik Untuk Bermusyawarah

Selanjutnya pada pagi hari Jumat, 20 Agustus 2021 rupiah dibuka pada level (bid) Rp14.450 per dolar AS. Yield SBN 10 tahun naik di level 6,32%. Aliran Modal Asing (Minggu III Agustus 2021). Premi CDS Indonesia 5 tahun turun ke level 72,64 bps per 19 Agustus 2021 dari 73,50 bps per 1 3 Agustus 2021

Sementara itu, berdasarkan data transaksi 16-19 Agustus 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp3,49 triliun terdiri dari beli neto di pasar SBN sebesar Rpl ,75 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rpl ,74 triliun. Berdasarkan data setelmen selama 2021 (ytd), nonresiden beli neto Rp14,56 triliun. Inflasi berada pada level yang rendah dan terkendali.

BACA JUGA...  BI Sosialisasikan Ketentuan Lalu Lintas Devisa di Aceh

“Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu III Agustus 2021, perkembangan harga pada Agustus 2021 tetap relatif terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,04% (mtm). Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Agustus 2021 secara tahun kalender sebesar 0,85% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,60% (yoy),” paparnya.

Dirinya menyebutkan, penyumbang utama inflasi Agustus 2021 sampai dengan minggu ketiga yaitu komoditas minyak goreng sebesar 0,03% (mtm), tomat sebesar 0,02% (mtm), telur ayam ras dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01 % (mtm). Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain cabai rawit sebesar -0,05% (mtm), cabai merah sebesar -0,02% (mtm), kangkung, bayam, sawi hijau, kacang panjang, jeruk, emas perhiasan dan angkutan antarkota masing-masing sebesar -0,01 % (mtm).

BACA JUGA...  Ayah Wa Tepati Janji, Air Irigasi Krueng Pase Mulai Mengalir ke 8.922 Hektare Sawah

Berita Terkait

Pasar di Aceh Selatan Sepi, Ini Penyebabnya 
Jelang HUT TNI Ke-81, Warga Serbu Pasar Murah 
Rizwan Husein: Kopi Jadi Kekuatan KDMP
Tarmizi Age: Tol Subulussalam–Medan Harus Terintegrasi dengan Perencanaan Pusat
Area Parkir Pasar Al-Mahirah “Telan” Lima Kendaraan
Gubernur Aceh Pimpin RUPSLB Bank Aceh
Bank Aceh Syariah Raih KEJAR Award OJK 2026
Zurich Perkuat Layanan, Resmikan Kantor Baru di Batam

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:23 WIB

Pasar di Aceh Selatan Sepi, Ini Penyebabnya 

Selasa, 22 September 2026 - 17:58 WIB

Jelang HUT TNI Ke-81, Warga Serbu Pasar Murah 

Senin, 14 September 2026 - 16:57 WIB

Rizwan Husein: Kopi Jadi Kekuatan KDMP

Rabu, 9 September 2026 - 19:41 WIB

Tarmizi Age: Tol Subulussalam–Medan Harus Terintegrasi dengan Perencanaan Pusat

Sabtu, 5 September 2026 - 17:11 WIB

Area Parkir Pasar Al-Mahirah “Telan” Lima Kendaraan

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Plt Sekda Aceh Minta Rehab-Rekon Segera Dipacu

Rabu, 30 Sep 2026 - 19:53 WIB

NANGGROE

Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital

Rabu, 30 Sep 2026 - 19:41 WIB

NEWS FEATURE

Ali Imran Raih Magister Manajemen di Unimal

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:53 WIB

OPINI

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 Sep 2026 - 17:56 WIB