“Ini bukti kerja keras, kerja ikhlas dan kerja nyata tim di Pemerintahan Aceh Tamiang, saya hanya menjalankan apa yang Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) programkan. Tugas saya melakukan lobi-lobi di Kementerian di Jakarta. Jadi saya bukan pelesiran, semuanya terkait tugas untuk membangun Aceh Tamiang dan ini bukti,” tegas Meurah.
Semua juga berkat kerja keras para SKPK upload semua dokumen dan data pendukung untuk di verifikasi Jakarta. Terlambat input maka sedikit keberhasilan pemkab Aceh Tamiang membawa pulang dana pusat ke daerah.
Keberhasilan tersebut tak terlepas peran Meurah merengek ke Kementerian yang menjadi tujuan khusus di Jakarta. “Hasilnya ya ini, DAK Fisik kita mengalami kenaikan seratus persen, dari Rp70 miliar tahun anggaran berjalan 2023 menjadi Rp134 miliar tahun anggaran 2024,” Jelas Meurah lagi.
Jadi, sebut Meurah; tak ada manusia yang sempurna dalam berkarya, menjadikan lebih baik lagi ada. “Ini yang saya lakukan untuk Aceh Tamiang, jadikan daerah ini lebih baik lagi dan berkelanjutan. Tugas kita bekerja dan memperbaiki yang belum baik. Dipojokkan itu bagian dari kritik untuk saya lebih baik lagi, terima kasih untuk kawan-kawan yang sayang dengan saya melalui kritiknya,” pungkas Meurah. [Syawaluddin].





