Ia juga menyoroti letak geografis wilayah timur Aceh Utara yang dinilai sulit dijangkau dari pusat pemerintahan kabupaten, sehingga berdampak pada lambatnya pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur.
Hendra turut meminta dukungan politik dan administratif dari DPRK Aceh Utara untuk mendampingi proses advokasi hingga ke tingkat pusat. “Kami butuh kekuatan kolektif agar perjuangan ini tidak terhenti di tingkat lokal,” ujarnya.
Arafat Ali menegaskan bahwa DPRK siap mengawal proses ini hingga ke Jakarta. “Insya Allah, kami akan mendampingi. Ini adalah aspirasi rakyat yang sah dan layak diperjuangkan,” katanya.
Audiensi ini dihadiri oleh Ketua DPRK Aceh Utara Arafat Ali, Ketua Komisi I Tajuddin, serta anggota Komisi I lainnya seperti Otman (Ayah Ot), Razali alias Tgk Jeunib, dan Anzir dari Partai NasDem. Dari pihak CDOB, hadir Ketua Hendra bersama jajaran pengurus inti.
Langkah CDOB Kota Panton Labu ini menandai babak baru dalam perjalanan menuju pemerintahan yang lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Jika terwujud, Kota Panton Labu diharapkan menjadi representasi keberhasilan aspirasi rakyat dalam mewujudkan pembangunan yang adil dan merata. (*)




