Problematika Kota Langsa dan Tawaran Solusi
Dalam pidatonya, calon Walikota memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi Kota Langsa. Di antaranya, kemunduran pelaksanaan syariat Islam yang ditandai dengan semakin maraknya perjudian online, prostitusi, dan pelanggaran syariat lainnya.
Mereka juga menyoroti lemahnya penerapan e-government akibat keterbatasan SDM dan infrastruktur teknologi informasi.
Tantangan lain yang disampaikan adalah kapasitas fiskal Kota Langsa yang relatif kecil, kurangnya lapangan kerja, serta minimnya perhatian terhadap ekonomi hijau dan biru yang seharusnya bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Tidak ketinggalan, masalah pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur juga menjadi fokus utama pasangan calon ini.
Calon Walikota nomor urut 3 mengatakan bahwa “keadaan ini memerlukan terobosan dan inovasi, bukan hanya sekadar melanjutkan apa yang sudah ada. Kota Langsa harus bergerak maju dengan konsep modern dan berkelanjutan, tetapi tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dan keacehan.”
Visi Kota Langsa 2025-2030: Kota Jasa yang Beriman, Sejahtera, dan Berkelanjutan
Mengusung visi ‘Langsa Kota Jasa yang Beriman, Sejahtera, dan Berkelanjutan’, pasangan calon nomor urut 3 menawarkan paradigma baru dalam pembangunan kota.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya















