oleh

BW PWI Aceh Tamiang Salurkan Sembako

“Banjir kali ini bisa dibilang terparah sejak 2006. Banyak daerah yang selama ini aman daria banjir, tapi kali ini warganya harus ikut mengungsi,” lanjut Dede.

Laporan | Syawaluddin

KUALASIMPANG (MA) – Balai Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (BW-PWI) Aceh Tamiang, Aceh. Salurkan paket bantuan sembako terdampak banjir kepada warga Dusun Keramat, Kampung Tanjung Seumantoh, Karang Baru yang menjadi korban banjir.

SERAHKAN BANTUAN | Dede Horison dan Rahmad Miguna sedang menyerah bantuan pangan dari BW PWI Aceh Tamiang, dipisko lorong Keramat, kampung Tanjung Sementoh (Foto : Syawaluddin/doc/ma)

Bantuan pangan berupa, Susu, Telur, Gula, Minyak, Kopi, Kue Kering, Cabai, Bawang dan teh diserahkan langsung Bendahara BW PWI Aceh Tamiang, Dede Horison didampingi anggota BW PWI; Rahmad Wiguna kepada warga melalui kepala dusun, Irwansyah dan Babinsa Sertu Harahap, Kamis, 21 Januari 2021, malam.

Dede menjelaskan; bantuan yang diserahkan merupakan bahan makanan yang bersifat tanggap darurat berupa telur ayam, biskuit, susu kental manis dan susu cair untuk anak. “Bantuan ini sifatnya darurat, kami berharap khususnya anak-anak tidak ada yang kelaparan karena mereka harus mengungsi malam hari,” kata Dede, Jumat, 22 Januari 2021.

Dia menambahkan bantuan ini bentuk kepedulian BW PWI Aceh Tamiang yang secara jelas menyaksikan langsung parahnya dampak banjir. Seluruh biaya yang dikeluarkan diambil dari kas BW PWI Aceh Tamiang.

“Banjir kali ini bisa dibilang terparah sejak 2006. Banyak daerah yang selama ini aman daria banjir, tapi kali ini warganya harus ikut mengungsi,” lanjut Dede.

Rahmad menambahkan pilihan Dusun Keramat sebagai penerima bantuan disebabkan daerah ini terbilang terlambat diterjang banjir. “Daerah lain sejak kemarin atau pagi tadi sudah terendam. Tapi Dusun Keramat air mulai masuk ke rumah warga sore, dan sampai tadi malam terus naik,” terang Rahmad didampingi ketua Koperasi Pena Karya Nusantara, El Mahdi Angkat.

Hal ini menyebabkan warga Dusun Keramat luput menerima bantuan tanggap darurat, bahkan lokasi yang dijadikan warga mengungsi merupakan halaman rumah orang. Warga hanya berbekal tenda milik kelompok pengajian yang tidak memenuhi standar untuk menampung pengungsi.

“Ketika bantuan disalurkan, banjir di Dusun Keramat belum tinggi. Makanya kami memprioritaskan daerah ini sebagai penerima bantuan,” ujarnya.

Kepala Dusun Keramat, Irwansyah menjelaskan ketinggian air di daerah ini sempat mencapai pinggang orang dewasa. Dari total 140 kepala keluarga, sebanyak 25 keluarga diharuskan mengungsi di tenda darurat.

“Tadinya mau pinjam halaman sekolah di depan, tapi kepala sekolahnya sampai malam ini tidak terhubung,” kata Irwansyah. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..