LHOKSUKON | MA – Bupati Aceh Utara, H. Ismail A Jalil, SE.,MM yang akrab disapa Ayah Wa, mengusulkan agar kawasan Bendung Irigasi (D.I) Krueng Pase di Kecamatan Meurah Mulia ditata menjadi objek wisata lokal bernuansa islami.
Usulan tersebut disampaikan oleh Bupati Aceh Utara kepada Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera-I, Direktorat Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Banda Aceh.
Hal itu tertuang dalam surat Bupati Aceh Utara Nomor 600/1418 tertanggal 13 Oktober 2025, yang berisi permohonan penataan kawasan di sekitar bendung agar tidak dibiarkan kosong dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengapresiasi dukungan dan kerja sama Balai Wilayah Sungai Sumatera-I atas pelaksanaan rehabilitasi Bendung D.I Krueng Pase yang kini hampir rampung,” ujar Bupati Ayah Wa dalam keterangannya, pada media, Jum’at, (17/10).
Ia menjelaskan, dengan hampir selesainya rehabilitasi bendung tersebut, pemerintah daerah ingin mengoptimalkan kawasan sekitar bendung agar tidak disalahgunakan dan justru memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Kami mengusulkan agar kawasan tersebut ditata menjadi objek wisata lokal yang bernuansa islami, memuat unsur kearifan lokal, dan menyediakan sarana edukatif seperti Balai Pertemuan Keujruen Blang atau Sawung Tani,” tambahnya.



