Di ruang rapat tersebut, sang ibu, Wan Ervinda Sari (45), tak kuasa menahan tangis ketika menceritakan nasib anaknya. Ia mengaku sudah berusaha memenuhi permintaan tebusan dari pelaku, bahkan sempat mengirim uang puluhan juta rupiah. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil dan komunikasi dengan Habi terputus. Kisah
Mendengarkan kronologi itu, Bupati Armia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas. “Kami tidak tinggal diam. Ini menyangkut nyawa warga Aceh Tamiang. Semua jalur, baik diplomasi maupun koordinasi dengan kementerian terkait, sudah kami tempuh untuk memastikan Habi bisa dibebaskan,” tegasnya menguatkan.
Pemerintah Aceh Tamiang berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat, aparat keamanan, dan doa serta dukungan masyarakat agar proses pembebasan dapat berjalan cepat. “Kami berkomitmen mengupayakan pemulangan korban dengan selamat, serta memperkuat pengawasan agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang,” tutup Bupati Armia.
Diketahui korban diketahui bernama Habi Naufal Pradana (27), warga yang bermukim di Kampung Tupah, Karang Baru, Aceh Tamiang. Ia awalnya dijanjikan pekerjaan dengan gaji besar di Thailand, namun justru dibawa ke Myanmar oleh sindikat.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


![Bupati Armia: Kita Lakukan Upaya Diplomatik Resmi untuk Bebaskan Korban TPPO. [Foto Dok. | mediaaceh.co.id | Awelatam].](https://mediaaceh.co.id/wp-content/uploads/2025/09/Compress_20250902_224501_1762.jpg)












