Bupati Apresiasi Koperasi PKN Tercepat Pelaksanaan PSR

example banner

 150 total views,  1 views today

Bupati Apresiasi Koperasi PKN Tercepat Pelaksanaan PSR

banner 325x300

Laporan | Syawaluddin

KUALASIMPANG (MA) – Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil, SH, MKn mengapresiasi Koperasi Pena Karya Nusantara (PKN), sebab tercepat memulai melaksanakan Replanting dan Chipping pada program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Sabtu, 14 Agustus 2021 di Kampung Selamat, Kecamatan Tenggulun.

Rasa puas dan gembira itu terpancar diwajahnya, saat menyampaikan arahannya didepan pemilik lahan kebun kelapa sawit yang akan di PSR-kan.

Mursil, yang mengenakan kaos hitam dibalut pentalon yang juga berwarna hitam tersebut, sangat mengamini pelaksanaan PSR yang dilakukan oleh PKN.

“Bapak-bapak dan Ibu-ibu jangan kuatir apa yang dilaksanakan PKN hari ini. Jangan takut ditipu, mereka benar-benar bekerja. Apalagi mereka semuanya wartawan, jadi ndak bisa mereka kerja asal-asalan, sebab mereka tukang kritik orang, sekarang kalau mereka salah kita yang kritik, setuju?. Langsung serentak dijawab pemilik lahan, setuju…,” tegas Mursil disambut applaus warga.

Rasa puas Mursil juga terpancar, manakala PKN selaku pelaksana program sawit rakyat (PSR) karena dinilai melangkah lebih cepat sejak mengurus rekomtek di pusat hingga menyediakan bibit sawit bersertifikat untuk kepentingan petani.

“Hari ini saya dapat laporan dari ketua koperasi PKN sudah masuk alat berat beko empat unit untuk melakukan tumbang chipping. Itu artinya koperasi ini sangat serius bekerja untuk petani, sehingga bibit cepat ditanam lahan tidak terbengkalai,” kata Mursil.

Dikesempatan itu Bupati Mursil meminta kepada petani untuk mendukung sepenuhnya kegiatan program sawit rakyat tahun 2021 yang saat ini sudah masuk tahap pelaksanaan.

Petani juga diimbau jangan terpengaruh berita-berita negatif takut lahannya tidak ditanam sawit, justru sebaliknya program nasional PSR ini sangat membantu petani dalam segi permodalan.

“Tentunya kita semua tahu biaya replanting sawit sangat mahal. Bila menggunakan standar swasta hingga sawit berumur tiga tahun mencapai Rp 40 juta per hektare. Hari ini petani tinggal terima bersih tidak dipungut uang sepeser pun alias gratis hingga sawit berbuah,” ungkap Mursil.

Ketua Koperasi Pena Karya Nusantara El Mahdi Angkat alias Memed mengatakan setiap bibit sawit yang ditanam akan diberi pelindung seng yang berfungi untuk melindungi batang sawit dari serangan hama seperti tikus, landak dan babi hutan.

“Bila nanti dalam pelaksanaan ada bibit yang tidak dipasang seng pengaman petani peserta PSR silahkan laporkan ke saya (pihak koperasi) atau melalui datok penghulu (Kades) setempat. Karena kita tidak mau asal-asalan kerja dalam program PSR ini,” tegas Memed.

Dijelaskan, Koperasi Pena Karya Nusantara tahun ini akan mengerjakan replanting/penumbangan sawit di lahan seluas 270 hektare. Sebagai pemain baru, koperasi yang beranggotakan wartawan (PWI) ini menjadi koperasi paling cepat menerima rekomtek dari BPDPKS, sehingga bisa langsung kerja di lapangan.

“Dari 13 koperasi pelaksana PSR, baru dua yang menerima rekomtek dari pusat, salah satunya Koperasi Pena Karya Nusantara pada bulan Maret 2021,” ujarnya.

Diungkapkan program PSR tahun ini dengan anggaran diberi pemerintah Rp 30 juta per hektare akan diupayakan ada dua kali aplikasi pemupukan di tahun pertama.

“Kalau PSR tahun sebelumnya dengan anggaran Rp 25 juta tahap pelaksanaan hanya sebatas siap tanam, lalu diserahkan ke petani, tidak ada pemupukan,” pungkas Memed. [*].

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...