BKKBN Gelar Rakor Bahas Program Kependudukan Aceh

Rabu, 1 Maret 2017

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh | AP – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Aceh, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) daerah membahas terkait program kependudukan, yakni terkait keluarga berencana dan pembangunan keluarga Aceh tahun 2017, di hotel Grand Nanggroe, Selasa 28 Februari 2017.

Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah yang hadir pada kegiatan tersebut, dalam sambutannya mengatakan, bahwa Pemerintah Aceh sangat mengapresiasi program BKKBN Aceh yang telah menggagas terlaksananya Rapat Koordinasi Daerah terkait Program Kependudukan, kelaurga Berencana dan Pembangunan Aceh tahun 2017.

BACA JUGA...  Angkat Wisata Bawah Laut, Sabang Diving Festival 2019 Kembali Dibuka

“Mudah-mudahan pertemuan ini dapat menghasilkan rumusan penting demi suksesnya program keluarga Berencana di Aceh,” ujar Zaini Abdullah.

Gubernur Aceh mengatakan, bahwa forum Rakorda ini merupakan salah satu langkah penting untuk bisa mendapatkan gagasan dan ide baru yang berguna dalam menjalankan program-program KB yang progressif kedepannya di Aceh.

“Sebagaimana kita ketahui, dalam beberapa hal, Aceh memiliki sejumlah keistimewaan dibandingkan daerah lain di Indonesia. Sejalan dengan hal itu, Pemerintah Aceh senantiasa mendorong agar Pemerintah Kabupaten dan Kota di seluruh Aceh turut ambil bagian dalam kegiatan revitalisasi program KB di daerah masing-masing,” ungkap Zaini.

BACA JUGA...  Lhok Guci Percontohan Kampung KB Di Aceh Jaya 

Namun menurut pria yang akrab disapa Abu Doto, program KB itu bukan hanya mengendalikan jumlah kelahiran penduduk tapi juga meningkatkan kualitas penduduk. Upaya itu sebutnya, memberi cukup hasil yang terbukti selama dua tahun terakhir, program KB yang dijalankan BKKBN di berbagai wilayah di Aceh.

Gubernur juga berharap BKKBN Aceh dapat berdiri di garis depan dalam menjalankan program kependudukan di daerah. “Pemerintah Aceh tetap mendukung program ini, sehingga kita berharap kebijakan KB dapat menyentuh hati dan mendorong kepedulian masyarakat Aceh,” harapnya.

BACA JUGA...  Pulau Teulaga Tujoh, Surga Tersembunyi di Ujung Aceh Timur

Sementara itu, Kepala BKKBN Aceh dr M. Yani, M.Kes menambahkan, khusus untuk wilayah Provinsi Aceh, masalah kependudukan menghadirkan persoalan serius. “Karena dari tahun ke tahun, pertumbuhan penduduk Aceh cenderung semakin meningkat. Sebagai gambaran, pada 2005 jumlah penduduk Aceh hanya 4,1 juta jiwa, tapi tahun 2010 meningkat menjadi 4,49 juta jiwa yaitu naik 2,32 persen pertahun,” papar M. Yani. (Asrul)

Berita Terkait

Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi
23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa).

PEMERINTAHAN

Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 

Rabu, 4 Nov 2026 - 23:42 WIB