Malam Grand Final Ditunda

Sabtu, 29 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengumuman penundaan acara pengumuman Agam-Inong Aceh 2025. Foto: Ist

Pengumuman penundaan acara pengumuman Agam-Inong Aceh 2025. Foto: Ist

BANDA ACEH (MA)-Malam grand final Pemilihan Agam Inong Aceh 2025 akhirnya ditunda. Keputusan ini datang di tengah suasana muram ketika Aceh kembali diguncang banjir dan longsor di berbagai wilayah. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menilai, perayaan tak seharusnya berlangsung ketika banyak warga sedang menanggung duka dan berjuang menyelamatkan hidup.

Sejak 26 hingga 30 November, para finalis menjalani masa karantina di The Pade Hotel. Acara dibuka Kadisbudpar Aceh, Dedy Yuswadi, dengan doa khusus untuk para korban bencana—sebuah penanda bahwa ajang ini bukan sekadar panggung kecantikan budaya, tetapi ruang yang menghubungkan generasi muda dengan realitas masyarakatnya. Semula, malam puncak akan digelar pada Ahad, 29 November, di Balai Meuseuraya Aceh. Namun keputusan Gubernur Aceh Muzakir Manaf menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari membuat seluruh agenda mesti disesuaikan.

BACA JUGA...  Disbudpar Aceh Helat Festival Meurukon di Bireuen

“Menindaklanjuti hal tersebut, kami memutuskan untuk menunda Malam Grand Final Pemilihan Agam Inong Aceh 2025. Jadwal baru akan kami sampaikan melalui surat resmi,” ujar Dedy, Jumat 28 November 2025.

Penundaan ini tak mematikan semangat para finalis. Sebaliknya, rangkaian kegiatan diarahkan pada aksi kemanusiaan: doa bersama dan penanaman mangrove sebagai simbol komitmen pemuda Aceh terhadap pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana. Bersama finalis Agam Inong, kegiatan ini menjadi cara sederhana namun bermakna untuk membalas kebaikan alam yang selama ini menjaga Aceh.

BACA JUGA...  Bantuan Darurat NGO Nasional Mengalir ke Aceh Pascabanjir Bandang, Abu Salam Pastikan Distribusi Transparan

Ketua Yayasan Agam Inong Aceh, Reyhan Gufriyansyah, menegaskan bahwa nilai kemanusiaan harus menjadi pusat dari setiap aktivitas publik. Tahun ini, ajang pemilihan disusun lebih sederhana, lebih empatik, dan lebih selaras dengan kondisi Aceh. Dalam kesunyian bencana, generasi muda belajar bahwa menjadi duta bukan hanya tampil memukau di atas panggung, tetapi hadir ketika rakyat memerlukan solidaritas. (r/mu)

BACA JUGA...  Ketua TP-PKK Aceh Resmikan RBRA, Almuniza: Mari Kita Manfaatkan dan Merawatnya

Berita Terkait

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat
Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan
Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim
Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi
Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital
Barang Milik Rekanan Diduga Hilang di Halaman RSUD Sabang
Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak
SPS Aceh Berduka, Sjamsul Kahar Tinggalkan Jejak Panjang Pers Aceh

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi

Rabu, 30 September 2026 - 19:41 WIB

Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Firdaus Diberhentikan dari Anggota PWI

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:33 WIB

Wakil bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang saat mengikuti pertemuan pemetaan wilayah banjir dan longsor bersama BPBD Aceh Utara.

PEMERINTAHAN

BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Aceh Utara

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:06 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM

PEMERINTAHAN

Bibit Siklon 98B Ancam Hujan Ekstrem, Ayah Wa Minta Warga Siaga

Selasa, 27 Okt 2026 - 12:31 WIB