Biaya Konten Rp 600 Juta, Illiza-Afdhal Disorot

Kordinator Alam-Aksi Musda Yusuf .(foto/mediaaceh.co .id/istimewa).

BANDA ACEH | MA Biaya operasional untuk mengisi konten IG dan tiktok pemerintahan Illiza-Afdhal disorot sejumlah kalangan.

Pasalnya, dana yang yang digelontorkan Pemko Banda Aceh  terlalu besar yang mencapai   Rp. 600 Juta lebih, sehingga  pemerintahan Illiza Sa’aduddin Jamal dan Afdhal dinilai tidak sensitif terhadap nasib masyarakat kota.

BACA JUGA...  Amal Hasan: Untuk Bangun Kota Banda Aceh Ada Empat Pilar Prioritas 

Salah satu dari banyak  pihak itu yakni Ketua DPD Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (Alamp Aksi) Banda Aceh, Musda Yusuf.

Sebagaimana realise yang disampaikannya ke mediaaceh.co.id, Selasa, (9/9), bahwa kebijkan Wali Kota Illiza, tidak memberikan solusi nyata bagi perbaikan ekonomi masyarakat.

Dia menyorot keras kebijakan tersebut yang  menurutnya mengabaikan hak-hak masyarakat untuk mendapatkan perbaikan ekonomi.

BACA JUGA...  Kami Tak Pernah Lelah Mengabdi : Ribuan Tenaga Non-ASN Mengadu ke Bupati Ayah Wa 

“Di tengah kondisi ekonomi yang masih rapuh, keputusan itu menegaskan bahwa pemimpin kota lebih sibuk mengurusi bayangan citra di layar gawai ketimbang wajah nyata warganya yang berjuang membeli beras,” kata Yusuf.

Yusuf mengutip SIRUP Kota Banda Aceh, bahwa  pengadaan konten Instagram dan TikTok sepanjang April hingga Desember 2025 terlalu besar di tengah kesulitan ekonomi rakyat.

BACA JUGA...  Revitalisasi Gerakan Penyelamatan Air di Aceh

Illiza dinilai tidak pantas lagi untuk mencitrakan diri, karena sedia citra diri itu sudah cukup baginya selaku figur publik. Kecuali, yang bersangkutan “gila citra.