Sementara itu, Wakil Sekjen MPP PAS Aceh yang juga salah seorang pendiri PAS Aceh, Hamdan Budiman enggan berspekulasi, tapi memang pemberhentian, penggantian, Majelis Tanfidziah, bukan hanya ketua, semua pengurus bisa diberhentikan oleh Mustasyar, katanya singkat.
BANDA ACEH | mediaaceh.co.id – Beredar Informasi secara luas Teungku H. Bulqaini, S.Sos. I dinonaktifkan dari Ketua Tanfidziah Partai Keadilan Aceh (PAS Aceh).
Sumber – sumber media ini yang dekat dengan Mustasyar partai besutan ulama dayah Aceh itu, menyebut, bahwa isu Tu Bulqaini dinonaktifkan sudah beredar di grup-grup Medsos seperti Whatshap sejak Jum’at, 6 Desember 2024 pagi.
Pemberhentian sementara atau nonaktif itu, berkaitan dengan gaya kepemimpinan tu Bulqaini selama ini dinilai ‘one man show’ yang menyebabkan terjadi perpecahan ditubuh partai lokal yang baru pertama kali ikut pemilu.
Perbedaan pendapat dalam partai lokal itu secara diametral dalam Majelis Tanfidziah dimana Tu Bulqaini sebagai ketuanya, selain gaya kepemimpinan, juga masalah transparansi dalam kebijakan keuangan partai, tambah sumber yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Dikatakan, pasca kekalahan Om Bus, memang perpecahan ditubuh partai yang berhasil merebut empat kursi DPRA itu, makin meruncing, bahkan sudah dimulai dari pemecatan sejumlah kader potensial seperti Ketua Muhammad Nur Ketua MPW PAS Aceh Utara dan Ketua Mustasyar MPW PAS Aceh Barat Daya, karena mengalih dukungan kepada calon Gubernur Mualem-Dek Fadh.





