Beras Aceh Naik, Kebijakan Distribusi Bulog Dipertanyakan

Diki Anaya, mahasiswa Universitas Malikussaleh.

LHOKSEUMAWE | MA Sejumlah laporan media daring di Aceh mengungkap bahwa Perum Bulog Kanwil Aceh telah mengirimkan 4.000 ton beras ke Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Pengiriman ini berlangsung di tengah tren kenaikan harga beras di pasar Aceh dalam beberapa pekan terakhir, sebagaimana dilaporkan Antara dan sejumlah media yang menyoroti fakta lapangan terkait lonjakan harga. Situasi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai prioritas distribusi dan ketersediaan stok beras bagi masyarakat Aceh sendiri.

BACA JUGA...  Wisuda Angkatan ke-28, Rektor Unimal Singgung Tingginya Pengangguran Akademis

Berdasarkan data Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional per 11 Agustus 2025 pukul 07.30 WIB, harga rata-rata beras premium secara nasional mencapai Rp16.054 per kilogram atau sekitar 7,7 persen di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) nasional sebesar Rp14.900 per kilogram.

Sementara itu, harga beras medium berada di angka Rp14.087 per kilogram, naik 12,7 persen dari HET Rp12.500 per kilogram.

BACA JUGA...  Lapak Pedagang di Kota Sabang Tak Tertata Dengan Baik Kota ini Jadi Kumuh

Di Aceh, data Bapanas per 6 Agustus 2025 mencatat harga beras premium Rp16.490 per kilogram dan beras medium Rp15.499 per kilogram, jauh melampaui HET zona II yang berada di kisaran Rp13.100 per kilogram.

Sebelumnya, pada 12 Juli 2025, harga beras premium di Aceh berada di Rp15.570 per kilogram dan beras medium Rp14.326 per kilogram. Tren ini menunjukkan adanya tekanan harga yang nyata dan menguatkan kekhawatiran akan potensi gangguan stabilitas pangan lokal jika stok beras untuk Aceh tidak benar-benar terjaga.